Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

60 Persen Warga Bekasi Mudik, Sisanya “Tim Inti” Jaga Kota Tetap Hidup

×

60 Persen Warga Bekasi Mudik, Sisanya “Tim Inti” Jaga Kota Tetap Hidup

Sebarkan artikel ini

KOTA BEKASI — Menjelang puncak arus mudik Lebaran, sekitar 60 persen warga Kota Bekasi diperkirakan angkat kaki menuju kampung halaman. Sementara 40 persen lainnya yang oleh Wali Kota Tri Adhianto disebut sebagai “pemain inti” tetap bertahan menjaga denyut kota agar tidak ikut “libur total”.

“Kurang lebih hampir 60 persen warga Kota Bekasi mudik. Sisanya pemain inti yang memastikan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” ujar Tri saat meninjau Stasiun Bekasi, Jumat (20/3), tepat di momen puncak arus mudik H-1 Lebaran.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di tengah hiruk pikuk koper dan tiket, Tri menyempatkan berdialog dengan seorang warga Bekasi Utara yang hendak mudik ke Yogyakarta. Warga tersebut memilih berangkat di detik-detik akhir, bukan karena nekat, melainkan menunggu anaknya menyelesaikan tugas sebuah “drama klasik” keluarga urban jelang mudik.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Bekasi Tinjau Peningkatan Drainase di Jatisampurna dan Jatiasih

Tri pun ikut menghitung estimasi perjalanan sekaligus mengingatkan agar stamina tetap dijaga. Ia juga menyinggung penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh pemerintah, sembari mengingatkan warga agar tidak sampai “ketinggalan takbir” gara-gara salah perhitungan waktu tempuh.

Tak hanya berbincang dengan warga, Tri juga berdiskusi dengan jajaran PT Kereta Api Indonesia yang kebetulan berada di lokasi. Dalam obrolan itu, mencuat rencana pembangunan underpass di sekitar stasiun pada 2027 sebuah harapan lama untuk mengurai kemacetan yang sudah seperti “langganan tahunan” di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Kali Bekasi Mengamuk, Rumah Warga Hanyut Saat Negara Masih Mengalirkan Wacana

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi juga telah menggelar program mudik gratis. Sebanyak 27 armada bus diberangkatkan ke berbagai kota, termasuk Malang, dan seluruh peserta dilaporkan tiba dengan selamat.

Program ini menjadi alternatif bagi warga yang ingin pulang kampung tanpa harus “adu strategi” berburu tiket di musim puncak.Tri berharap, tradisi mudik tak sekadar menjadi agenda tahunan melepas rindu, tetapi juga membawa dampak positif bagi kota.

Ia bahkan menitip pesan kepada para pemudik selain salam untuk keluarga, juga “misi terselubung” agar jika ada sanak saudara yang ikut kembali ke Bekasi, mereka datang dengan kualitas SDM yang siap bersaing, bukan sekadar ikut arus.

BACA JUGA :  Awal Tahun 2024, SMAN 4 Kota Bekasi Akan Laksanakan Studi Kampus ke Yogyakarta

“Titip salam untuk keluarga di kampung halaman. Kalau nanti ada yang ikut ke Bekasi, pastikan punya kesiapan dan kualitas yang baik, supaya bisa sama-sama membangun kota ini,” ujarnya.

Selain di stasiun, Pemkot Bekasi juga memantau kesiapan moda transportasi darat lainnya, terutama terminal. Langkah ini dilakukan agar ketersediaan armada tetap aman selama arus mudik karena di tengah euforia pulang kampung, satu hal yang pasti, kota boleh sepi sementara, tapi roda kehidupan tidak boleh ikut berhenti.***