Scroll untuk baca artikel
Info WawaiNasional

Sukses Pimpin SU 1 Maret 1949, Soeharto Dikagumi Belanda

×

Sukses Pimpin SU 1 Maret 1949, Soeharto Dikagumi Belanda

Sebarkan artikel ini
H. M Soeharto Presiden ke-2 RI - foto net
H. M Soeharto Presiden ke-2 RI - foto net

WAWAINEWS — Sejarawan Senior, Anhar Gonggong, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One menyebutkan satu hal yang harus dipahami, bahwa kesuksesan Soeharto dalam memimpin serangan umum 1 Maret 1949 dikagumi oleh Belanda.

“Jadi Soeharto Presiden ke 2 RI tersebut, sangat dikagumi Belanda, karena berhasil melaksanakan serangan Umum 1 Maret 1949,” ucap Anhar Gonggong, diakhir pembicaraan sebagai narasumber, Sabtu, (05/03/2022).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dikatakan bahwa, setelah selesai serangan 1 Maret 1949 dan sudah damai, kemudian Pangelengen bertemu dengan Soeharto dan menyatakan kekagumannya.

Karena dalam ilmu militer tidak akan mungkin ada serangan yang bisa dilakukan pada siang hari sebagai serangan besar-besaran.

BACA JUGA :  Presiden: Tahun 2021 Kita Belum Impor Beras

“Dalam otak Belanda ketika itu, tidak mungkin serangan besar-besaran akan dilakukan pada siang hari.Tapi itu terjadi dan dipimpin langsung oleh Letkol Soeharto ketika itu,” paparnya.

Sebelumnya, Anhar Gonggong mengingatkan, bahwa pada satu waktu, Presiden Soeharto pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa beliau yang mengambil inisiatif untuk melakukan serangan 1 Maret 1949.

“Inisiasi beliau, melakukan itu setelah mendengar berita radio, bahwa di PBB akan diadakan sidang,” ujarnya menegaskan jika itu pernyataan langsung dari mendiang Presiden ke 2 RI.

“Nah kemudian Pak Sultan, dua atau tiga hari kemudian mau pulang ke Yogyakarta dan akan menjelaskan persoalan yang terjadi di alun-alun utara. Tapi sayang ngga pernah terjadi,” ungkap Anhar.

BACA JUGA :  Selain Irjen Teddy, ini 4 polisi tersangka narkoba berikut perannya

Anhar pun mengakui bahwa memiliki dokumen kecil, judulnya adalah surat perintah isinya memerintahkan kepada Oper The Soeharto bukan Letkol Soeharto untuk mempersiapkan serangan besar-besaran, bukan serangan umum. Surat tersebut pada tanggal 25 Februari 1949.

Siapa yang menandatangani surat perintah tersebut adalah Kolonel Bambang Soegeng, ketika itu sebagai Gubernur Militer di Surakarta, Banyuwangi dan seterusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anhar mengatakan, tidak mempersoalkan Keppres yang tengah disoal banyak pihak, karena menghilangkan nama Sohearto. Ia mengaku hanya membuka fakta sejarah sesuai data dan dokumen yang dimilikinya.

Berikut ini isi lengkap Naskah Keppres No 2 Tahun 2022 yang diteken oleh Presiden Joko Widodo, pada 24 Februari 2022 :