Scroll untuk baca artikel
PolitikZona Bekasi

Pj Wali Kota Bekasi Diminta Lakukan Rotasi Jabatan Esselon II hingga IV

×

Pj Wali Kota Bekasi Diminta Lakukan Rotasi Jabatan Esselon II hingga IV

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS.ID – Rotasi dan mutasi besar-besaran mulai dari pejabat esselon II hingga IV menjadi kado istimewa Tri Adhianto sebelum menanggalkan jabatannya pada 20 September 2023.

Hasilnya, muncul berbagai kasus terkait netralitas ASN pasca Tri Adhianto lengser.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Terjadinya rotasi dan mutasi disinyalir bukan tanpa alasan. Pasalnya, Tri Adhianto merupakan salah satu ketua partai politik (PDIP) yang syarat kepentingan, yakni menang dalam Pemilu 2024.

BACA JUGA :  Linmas Bekasi Jaga di Bawah Pohon: Wakil Ketua DPRD Heran, APBD ke Mana?

Baca Juga : Netralitas ASN Pemerintah Kota Bekasi Status Darurat

Dengan dilakukannya rotasi tersebut, tentu partai berlambang Banteng Moncong Putih besutan Megawati itu memiliki keuntungan lebih dibanding parpol lain.

Disisi lain, Kehadiran Raden Gani Muhammad sebagai Penjabat Wali Kota Bekasi tidak memiliki dampak terhadap netralitas ASN.

Baca Juga : Lagi, ASN Kota Bekasi Diduga Terlibat Politik Praktis

BACA JUGA :  Dispora Diperiksa Itko Terkait Pengadaan Alat Olah Raga Rp10 Miliar, Pj Wali Kota Bekasi : Lakukan Tugas Sesuai Tupoksi

Hal ini seiring ditemukannya beberapa oknum lurah, sekretaris dinas, kepala dinas hingga direksi BUMD kerap terlibat dalam kepentingan politik PDIP di Kota Bekasi.

Belum lama terungkap Lurah Margahayu terlibat dalam Giat K3 Bacaleg PDIP Dapil I Bekasi Timur Bekasi Selatan, Nova Angelika Maharani. Kemudian terungkap juga Lurah Bintarajaya foto bersama Bacaleg PDIP Dapil V Pondokgede Bekasi Barat, Janet Aprilia Stanzah dengan latar belakang Bacapres Ganjar Pranowo.

BACA JUGA :  Peduli Pendidikan, KATA-RE Bagikan Alat Tulis di Bekasi

Baca Juga: Kereen, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jadi Jaminan Penangguhan Terduga Mafia Tanah

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Faisal mengatakan skema Jabatan Esselon II hingga IV harus mengalami perombakan.