Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Tuntut Netralitas Pemerintah dan Penyelenggara, KAMMI Geruduk Istana

×

Tuntut Netralitas Pemerintah dan Penyelenggara, KAMMI Geruduk Istana

Sebarkan artikel ini
PP KAMMI melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta.
PP KAMMI melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta.

JAKARTA – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Massa aksi menuntut agar Pemerintah bersikap netral pada kontestasi pemilihan presiden dalam Pemilu 2024 ini.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Asnawir Nasution selaku Ketua Satgas KAMMI Jaga Demokrasi mengatakan bahwa aksi ini sebagai wujud keresahan mahasiswa dalam menyikapi beberapa isu yang berkembang terkait pilpres akhir-akhir ini.

BACA JUGA :  Bangun Peradaban IKN, Gubernur Jabar Usulkan Konsep 3D 

KAMMI melihat bahwa pemerintah sedang memperlihatkan gelagat yang tidak netral dalam pilpres kali ini, terutama pada simbol penggunaan alat dan infrastruktur negara guna meningkatkan elektabilitas salah satu paslon.

“Ini sangat mencederai semangat dan etika dalam demokrasi kita.”ujar Asnawir Nasution, Rabu 7 Februari 2024.

Lebih lanjut, Asnawir juga mengatakan para aktivis mahasiswa yang tergabung di organisasi KAMMI sangat gencar mengawasi gerak-gerik pemerintah, terlebih lagi pemilihan presiden kali ini akan dilaksanakan kurang dari 2 pekan.

BACA JUGA :  Indonesia Fashion Parade 2022, Ajang Membumikan Kain Wastra Nusantara

Secara terpisah, Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Ammar Multazim menyoroti beberapa intrumen penyelenggara pilpres yang cenderung tidak memiliki ketegasan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden dimana terindikasi melakukan pelanggaran.

Diakhir kegiatan demonstrasi, para massa aksi KAMMI menyatakan pernyataan sikap agat Presiden dan Penyelenggara Pilpres 2024 bersikap netral, menjunjung tinggi konstitusi serta menyudahi gimick politik yang berpotensi menyebabkan polarisasi serta perpecahan di masyarakat.***

BACA JUGA :  FSPN 2023, Menteri KLHK Kunjungi Produsen Kertas Kemasan Daur Ulang FajarPaper

Baca Juga Info Wawai News di Google News