KOTA BEKASI — Angin puting beliung kembali unjuk gigi di RT.003, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, pada Senin malam (11/8) lalu. Dalam hitungan menit, tiga atap rumah warga terangkat seperti karpet di pameran mebel, tapi untungnya tidak ada korban jiwa.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, langsung turun ke lokasi didampingi Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani dan Camat Pondok Gede. Tak sekadar selfie di TKP, Wiwiek memastikan atap-atap yang kini berstatus “open space” itu segera diperbaiki sebelum pemilik rumah resmi pindah ke langit-langit bintang.
Di lokasi, pemandangan seperti habis disapu Thanos versi meteorologi: genting berceceran, kayu penyangga miring, dan terpal warna-warni sudah siap menambal darurat.
Warga terdampak dievakuasi ke tempat aman—aman dari angin, meski belum tentu aman dari gosip tetangga.
“Tiba-tiba angin kencang, atap saya terbang. Sekarang saya tutup terpal dulu. Rasanya kayak punya skylight, tapi versi gratis dan ilegal.” kata warga mengisahkan kejadian itu.
Wiwiek tak mau kalah dramatis. Ia menggandeng camat untuk mengatur strategi bantuan, dari penggalangan material hingga gotong royong ala sinetron lebaran.
Menurutnya, musibah ini harus jadi momen “intropeksi dan empati” alias mengingatkan bahwa nasib atap kadang lebih rapuh dari hubungan LDR.
“Kami akan data kerusakannya dengan detail, lalu perbaikan harus secepat mungkin. Pemerintah hadir, warga jangan khawatir,” tegas Wiwiek, seperti kontraktor yang lagi promo besar-besaran.
Di akhir kunjungan, Wiwiek mengapresiasi semua pihak yang sigap membantu.
“Semoga kerja ikhlas ini dibalas Allah SWT. Minimal atapnya balik lagi lah,” ujarnya sambil tersenyum.***













