Scroll untuk baca artikel
Kabar DesaTANGGAMUS

Pekon Way Gelang Gulirkan Program Ketahanan Pangan, Tebar 44 Ribu Benih Ikan Nila

×

Pekon Way Gelang Gulirkan Program Ketahanan Pangan, Tebar 44 Ribu Benih Ikan Nila

Sebarkan artikel ini
Kepala Pekon Way Gelang, Zahri bersama Camat Kota Agung Batat, Agus Somad, tebar benih ikan nila secara simbolis, Selasa (11/11/2025)

TANGGAMUS – Pemerintah Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, resmi meluncurkan program ketahanan pangan tahun 2025 dengan kegiatan budidaya ikan nila sebanyak 44 ribu ekor.

Program ini dibiayai dari Dana Desa sebesar Rp105 juta dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Andan Jejama di atas lahan kolam sewa seluas 70 x 50 meter.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kegiatan penebaran benih berlangsung pada Senin (10/11/2025) di lokasi kolam sewaan milik pekon di wilayah Pedukuhan Rowo Rejo.

Penebaran dilakukan secara simbolis oleh Camat Kota Agung Barat, Agus Somad, didampingi Kepala Pekon Way Gelang, Zahri, pendamping pekon, ketua BHP, aparat pekon, pengurus BUMDes, dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Pekon Way Gelang, Zahri, menjelaskan bahwa sebelum benih ditebar, pihaknya telah melakukan proses sterilisasi dan pemupukan kolam agar kualitas air siap mendukung pertumbuhan ikan.

BACA JUGA :  Usai Dilantik Jadi Kakon, Hasanudin Siap Tingkatkan Perbaikan Pelayanan

“Kolam kita kapuri dan diberi pupuk organik sebanyak empat kuintal untuk menumbuhkan lumut dan plankton sebagai sumber makanan alami bagi ikan nila,” jelas Zahri di sela kegiatan itu.

Menurutnya, tahapan dasar tersebut sangat menentukan keberhasilan budidaya jangka panjang. Dengan dasar kolam yang sehat dan ekosistem yang subur, pertumbuhan ikan bisa maksimal tanpa sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan.

“Ini efisiensi yang kami rancang sejak awal,” tambahnya.

Zahri berharap, program ini bukan sekadar proyek tahunan, tetapi diarahkan menjadi usaha produktif milik desa melalui pengelolaan profesional BUMDes Andan Jejama.

“Harapan kami, hasil panen nanti dapat menambah pendapatan asli desa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

BACA JUGA :  Diduga Depresi, Warga Kota Agung Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Kepala Pekon menegaskan pihaknya telah menyalurkan modal awal kepada BUMDes sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan. Ia berharap pengurus BUMDes dapat menjalankan usaha ini secara profesional sehingga memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Semoga program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi warga Way Gelang. Kami juga mengharapkan dukungan semua pihak agar kegiatan ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Camat Kota Agung Barat, Agus Somad, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Pekon Way Gelang yang dinilai mampu mengimplementasikan program ketahanan pangan secara nyata dan terukur.

“Saya menilai langkah ini sangat positif. Pekon Way Gelang tidak hanya menjalankan program, tetapi memiliki visi keberlanjutan agar hasilnya bisa menjadi pendapatan pekon,” ujar Agus.

Menurutnya, penguatan sektor ketahanan pangan di tingkat pekon merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

BACA JUGA :  Ternyata Dua Usaha Plat Merah di Tanggamus Berhenti Beroperasi

“Pemerintah pekon harus berani berinovasi dan mengelola Dana Desa dengan tepat sasaran. Seperti yang dilakukan Pekon Way Gelang hari ini, ini contoh yang baik dan patut ditiru pekon lain,” tambahnya.

Agus berharap Way Gelang dapat menjadi percontohan pengelolaan Dana Desa produktif di wilayah Kecamatan Kota Agung Barat.

Selain memperkuat ketahanan pangan, lanjut Somad, program ini juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat dalam sektor perikanan serta memperluas lapangan kerja lokal.

“Kalau berhasil, hasil panen ikan nila ini akan membuktikan bahwa Dana Desa bisa menghasilkan nilai ekonomi, bukan sekadar kegiatan konsumtif,” tutupnya.

Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal. ***