Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Pegawai Tikam Atasan Demi BLT: Kantor Pos Takalar Berubah Jadi Arena Horor Malam Hari

×

Pegawai Tikam Atasan Demi BLT: Kantor Pos Takalar Berubah Jadi Arena Horor Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Kantor Pos Takalar

TAKALAR – Kantor Pos Cabang Takalar, Sulawesi Selatan, berubah menjadi lokasi tragedi berdarah pada Jumat malam saat Kepala Kantor Pos, Suwanto Tahir, menjadi korban penganiayaan berat oleh pegawainya sendiri.

Ironisnya, peristiwa ini terjadi sesaat setelah kegiatan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) program yang bertujuan meringankan beban masyarakat, bukan membuat pegawainya saling tikam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Insiden bermula sekitar pukul 19.30 Wita, pada 28 November 2025, ketika kantor bersiap ditutup dan korban tengah mengamankan uang BLT senilai ratusan juta rupiah ke dalam brankas. Namun suasana yang seharusnya rutin mendadak berubah mencekam.

BACA JUGA :  BLT Dana Desa Mulai Disalurkan

Tanpa aba-aba, Suprianto Gassing, staf kantor pos yang seharusnya membantu pelayanan publik, justru berubah menjadi pelaku penyerangan.

Ia memukul kepala dan tubuh korban menggunakan tabung APAR peralatan keselamatan yang malam itu justru dipakai untuk membuat situasi makin tidak aman sebelum membacok korban dengan badik, meninggalkan korban bersimbah darah.

Pelaku kemudian membawa kabur telepon genggam korban dan melarikan diri, meninggalkan kantor dalam kondisi seperti lokasi film kriminal kelas berat.

“Saya dipukul dari belakang, lalu dibacok. Dia mau ambil uang BLT itu. Pelakunya staf kami sendiri,” ungkap Suwanto dengan kondisi luka serius namun masih mampu memberikan keterangan.

BACA JUGA :  Pemerintah Pekon Gisting Permai Salurkan BLT DD Rp900 Ribu Kepada 37 KPM

Kesaksian itu diperkuat pegawai kantor pos lainnya, Daeng Senga, yang tiba di lokasi sesaat setelah kejadian.
“Betul, yang menikam itu teman sekantor. Waktu saya lihat, lantai kantor sudah penuh darah,” ujarnya.

Manajemen Syok, Polisi Bergerak Cepat

Kepala Kantor Pos Indonesia Wilayah Makassar, Adi, langsung mendatangi lokasi kejadian. Dengan raut wajah prihatin, ia memilih berhati-hati menanggapi dugaan motif pelaku.

“Kami sangat prihatin. Korban dan pelaku sama-sama karyawan kami. Kami menunggu hasil penyelidikan Polres Takalar,” ucapnya.

Tim Satreskrim bersama Inafis Polres Takalar segera melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti diamankan, dan polisi memastikan bahwa uang BLT masih aman di dalam brankas sebuah kabar baik di tengah peristiwa yang sangat buruk.

BACA JUGA :  Jelang Idulfitri, Ratusan PHL Kaliasem Hanya Diberi BLT, Hak Mereka Tiga Bulan Tak Cair

Untuk menjaga keamanan, Kantor Pos Cabang Takalar dijaga ketat hingga dini hari. Sementara itu, tim Resmob Polres Takalar terus memburu pelaku yang kabur setelah menjalankan aksi nekatnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras: bahkan di tempat pelayanan publik yang harusnya menjadi titik kepercayaan, dinamika internal bisa berubah menjadi tragedi ketika mentalitas, integritas, dan peluang bertemu dalam satu waktu yang salah.***