Scroll untuk baca artikel
Wisata

Festival Way Kambas XX 2025: Warna-Warni Debu Bahagia dan Joget Bupati yang Menyalip Spotlight

×

Festival Way Kambas XX 2025: Warna-Warni Debu Bahagia dan Joget Bupati yang Menyalip Spotlight

Sebarkan artikel ini
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, ikut menari bersama anak-anak dalam Festival Way Kambas XX 2025, Minggu (30/11) - foto doc

LAMPUNG TIMUR — Jika ada acara yang bisa membuat warga Lampung Timur bangun pagi tanpa disuruh tiga kali, jawabannya Festival Way Kambas (FWK) XX. Tahun ini, festival bukan hanya meriah tetapi juga sukses menciptakan suasana “semarak tapi tetap sehat”, sebuah kombinasi yang biasanya hanya muncul dalam brosur program pemerintah.

Salah satu magnet utama adalah Tari Wonderful, dibawakan oleh puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar dari Kecamatan Labuhan Ratu dan Way Jepara. Gerakan mereka yang kompak membuat ribuan pengunjung spontan berubah menjadi juru kamera dadakan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Para orang tua, wisatawan lokal hingga dari luar daerah tampak berlomba-lomba merekam, seolah-olah video itu nantinya akan masuk nominasi Festival Film Indonesia.

Kemeriahan makin pecah saat Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, ikut menari bersama anak-anak. Aksi spontan itu membuat warga bersorak lebih keras daripada ketika timnas menang adu penalti.

BACA JUGA :  Korwil Bidang Pendidikan Waway Karya Bela Kepsek Terkait Praktik Jual Beli LKS

Momen tersebut spontan menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan masyarakat dan menjadi pengingat bahwa terkadang, cara paling cepat mendekati hati rakyat adalah ikut joget, bukan ikut rapat.

Pejabat lainnya seperti Anggota DPR RI Chusnunia Chalim, Dandim 0429, hingga perwakilan Kemenparekraf tampak mendukung penuh, membuktikan bahwa festival budaya memang bisa mempersatukan banyak pihak terutama kalau ada kamera.

Di hari yang sama, Colour Fun membuka festival dengan ledakan warna-warni bak tabrakan pelangi. Pukul 06.00, area Rest Area TNWK sudah penuh sesak oleh peserta dari anak-anak hingga orang tua yang terlihat lebih semangat daripada saat antre minyak goreng tempo hari.

Bupati Ela melepas peserta bersama Wakil Bupati Azwar Hadi, Sekda Rustam Effendi, hingga Ketua DPRD Rida Rotul Aliyah. Semburan bubuk warna membuat suasana semakin hidup dan membuat para fotografer profesional menganggap momen ini sebagai surga ISO rendah.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi perayaan kebersamaan. Dan, tentu saja, bukti bahwa warga Lampung Timur sanggup bangun pagi,” ujar Bupati Ela dengan bangga.

BACA JUGA :  Elak Motor, Inova Nyemplung ke Sawah

Wakil Bupati Azwar Hadi menambahkan bahwa festival ini “menghidupkan ekonomi”. Terbukti dari UMKM yang laris manis, bahkan beberapa penjual kuliner mengaku dagangan habis lebih cepat daripada sinyal internet di Way Jepara saat festival ramai.

Bazar UMKM menjadi spot paling padat. Produk kuliner, kopi khas Lampung Timur, kerajinan tangan, hingga pakaian lokal diburu pengunjung yang tampaknya tidak datang hanya untuk window shopping, tetapi shopping sungguhan.

Para pelaku UMKM tersenyum lebar senyum yang biasanya hanya muncul saat mendapat order dari Shopee.

Festival Way Kambas bukan hanya soal warna dan lari. Ragam pertunjukan seni seperti tari tradisional, musik daerah, hingga atraksi komunitas meramaikan panggung. Penonton berkumpul sambil memegang ponsel tinggi sebagai bukti bahwa budaya tetap lestari, meski leher penonton harus mendongak berulang kali.

BACA JUGA :  Terminal Bekasi Siapkan Skema Atur Armada Jelang Puncak Mudik

Panitia menyiapkan stan destinasi wisata unggulan Lampung Timur, mulai pantai, desa wisata, hingga paket trekking Way Kambas. Banyak pengunjung mengaku kagum, dan sebagian lainnya langsung bertanya: “Ini wisata sudah bisa booking online belum?”

Rina, pengunjung dari Sekampung Udik, mengakui festival tahun ini lebih seru.

“Anak-anak mewarnai, kami belanja UMKM, dan Colour Fun bikin bahagia. Apalagi festival ini gratis, ya jelas ramai,” ujarnya sambil tertawa.

Dengan agenda yang tertata, keamanan yang terjaga, dan antusiasme masyarakat yang luar biasa, Festival Way Kambas XX kembali mengukuhkan diri sebagai ikon pariwisata Lampung Timur.

Lebih dari sekadar hiburan, FWK 2025 menjadi ruang edukasi, pusat ekonomi kreatif, laboratorium seni budaya, dan ladang kebahagiaan yang bisa dinikmati seluruh keluarga.

Dan tentu saja, festival ini membuktikan satu hal penting, Ketika pemerintah, masyarakat, budaya, dan bubuk warna bersatu Lampung Timur bisa lebih cerah dari pelangi setelah hujan.***