WAWAINEWS.ID – Tragedi yang menimpa beauty influencer asal Austria, Stefanie Pieper (31), berubah dari laporan orang hilang menjadi kasus kriminal lintas negara yang menyisakan ironi gelap di balik dunia media sosial. Pieper ditemukan tak bernyawa di sebuah hutan terpencil di Slovenia bukan dalam skenario thriller Hollywood, tetapi dalam kenyataan tragis yang jauh lebih brutal. Polisi kini menahan mantan pacarnya, pria 31 tahun, yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.
Hilang Setelah Pesta Natal: Awal dari Serangkaian Kejanggalan
Pieper dilaporkan hilang pada 23 November 2025, usai menghadiri pesta Natal. Menurut People, dia terakhir terlihat turun dari taksi bersama seorang teman sebelum masuk ke apartemennya. Kecurigaan mulai muncul saat ia absen dari sesi pemotretan, sesuatu yang mustahil dilakukan oleh beauty influencer yang hidup dari ketepatan jadwal dan pencahayaan ring light.
Seorang teman mengungkapkan bahwa Pieper sempat mengirim pesan bahwa ia sudah pulang dengan selamat. Namun situasinya langsung berubah muram ketika pesan berikutnya muncul: “Ada seseorang mengikuti ke tangga apartemen.” Pesan ini kini menjadi salah satu bukti kunci dalam penyelidikan semacam pesan terakhir yang sayangnya lebih cepat masuk ke dokumen polisi dibanding pertolongan.
Kesaksian tetangga yang mendengar keributan dari apartemen Pieper menambah teka-teki, sementara Pieper sendiri tidak merespons panggilan apa pun. Semua tanda merah berkedip, tetapi sayangnya tidak ada yang bisa mengangkat telepon untuk menyelamatkan nyawanya.
Penemuan Mayat dalam Koper: Fakta yang Lebih Mengerikan dari Film Horor
Beberapa hari kemudian, kasus ini memasuki babak kejam ketika polisi menemukan tubuh Pieper di dalam koper, tersembunyi di hutan Slovenia. Lokasinya ditemukan setelah mantan pacarnya mengaku mencekiknya, sebelum kemudian menunjukkan tempat ia membuang jasad Pieper sebuah “jalan pintas” yang dilakukan pelaku setelah serangkaian membuat polisi bekerja lebih keras dari seharusnya.
Menurut laporan People, isi pengakuan itu lebih menyerupai catatan kriminal kelas berat dibanding curahan hati mantan kekasih: cekikan, koper, hutan, dan pelarian lintas negara.
Mobil Terbakar, Motif Menghilang: Investigasi Jadi Kian Rumit
TMZ melaporkan bahwa mobil sang mantan ditemukan terbakar di dekat kasino di perbatasan Austria–Slovenia. Upaya ini jelas bukan bagian dari ritual keluarga, melainkan indikasi klasik “hapus jejak ala amatir”.
Yang membuat kasus ini semakin melebar, dua anggota keluarga pria itu ayah tiri dan saudara laki-lakinya ikut diperiksa polisi. Diduga mereka mengetahui atau membantu langkah-langkah pelaku. Proses penyelidikan kini dilakukan bersama otoritas Austria dan Slovenia, yang harus bekerja lebih cepat daripada alibi yang terus berubah.
Di Balik Dunia Beauty Influencer yang Glamor: Bahaya yang Tidak Tertangkap Kamera
Kematian Pieper menjadi cermin pahit dari risiko yang kerap tak terlihat dalam kehidupan publik figur media sosial. Di balik feed yang penuh cahaya lembut, kontur sempurna, dan endorse produk perawatan kulit, ada kerentanan personal yang sering tidak dianggap serius termasuk potensi kekerasan pasangan.
Kasus ini juga kembali menyoroti kekerasan domestik yang sering terselip di kehidupan para kreator digital. Dunia mereka tampak glamor, tapi perlindungan mereka terhadap ancaman nyata sering kali nihil.
Tragedi yang Memukul Industri Kreatif Global
Stefanie Pieper bukan hanya influencer; ia adalah representasi pekerja industri kreatif yang hidup di persimpangan antara popularitas, tekanan publik, dan risiko pribadi. Kepergiannya yang tragis mengguncang komunitas internasional, sekaligus mengingatkan bahwa ancaman terbesar terhadap seseorang kadang bukan komentar pedas netizen melainkan seseorang yang pernah mereka percayai.
Tragedi ini mengajarkan satu hal penting: kamera mungkin bisa menangkap cahaya, tapi tidak selalu bisa menangkap bahaya.***













