Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Pelabuhan Ciwandan Siaga Nataru: Tiga Dermaga Disiapkan, Dua Aktif, Satu Masih Menunggu “Restu”

×

Pelabuhan Ciwandan Siaga Nataru: Tiga Dermaga Disiapkan, Dua Aktif, Satu Masih Menunggu “Restu”

Sebarkan artikel ini
Antrian mudik di Pelabuhan Merak mengular sejak dari pintu keluar tol hingga Pelabuhan hingga 7 jam banyak pemudik belum naik ke kapal fery, Kamis (28/4/2022)

CILEGON — PT Pelindo Regional 2 Banten meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan menyiapkan tiga dermaga operasional di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon. Ketiga dermaga tersebut meliputi Dermaga 5A, Dermaga 7, dan Dermaga 2.

Namun, dari tiga tambatan yang disiapkan, baru dua dermaga yang benar-benar bekerja di lapangan. Dermaga 5A dan Dermaga 7 telah beroperasi, sementara Dermaga 2 masih menunggu lampu hijau regulator.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kami menyiapkan tiga tambatan. Sampai hari ini yang digunakan baru Dermaga 5A dan Dermaga 7. Dermaga 2 belum diaktifkan karena menunggu arahan regulator, baik dari BPTD maupun KSOP,” ujar General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, dikutip dari Wawai News, Selasa (23/12/2025).

BACA JUGA :  Ukir Sejarah, Maya Sari Resmi Jadi Ketua DPRD Perempuan Pertama di Lingga

Dari sisi kapasitas, Dermaga 5A menjadi andalan utama. Dermaga ini mampu melayani dua kapal besar secara bersamaan, dengan kapasitas angkut mencapai 150 hingga 200 unit truk dalam satu kali penyeberangan.

Kemampuan ini menjadikan Ciwandan sebagai salah satu simpul penting untuk mengurai kepadatan angkutan logistik selama periode Nataru.

Lonjakan arus kendaraan, khususnya truk golongan VII, mulai terasa sejak Minggu (21/12) malam. Peningkatan tersebut bukan tanpa sebab. Pelabuhan Ciwandan kini difungsikan sebagai penyangga kepadatan antrean di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.

“Sejak Minggu malam peningkatan arus truk terasa signifikan. Kami mem-backup lonjakan di BBJ. Jadi, untuk mengantisipasi kepadatan di sana, layanan untuk golongan VII kami buka di Ciwandan,” jelas Benny.

BACA JUGA :  Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, KDM: Tata Ruang Jabar Harus Selaras Alam, Bukan Selera Politik

Tak hanya mengandalkan kesiapan dermaga, Pelindo juga menyiapkan dua buffer area atau kantong parkir untuk kendaraan roda dua dan truk.

Area ini dilengkapi beragam fasilitas pendukung, mulai dari gerai UMKM, toilet, mushala, hingga layanan kesehatan sebuah pendekatan yang tak hanya bicara kelancaran arus, tetapi juga kondisi manusia di balik kemudi.

Sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan perjalanan, Pelabuhan Ciwandan turut membagikan vitamin dan makanan ringan kepada para sopir truk, upaya sederhana namun krusial untuk menjaga stamina pengemudi di tengah kepadatan arus akhir tahun.

BACA JUGA :  Wagub Jabar Main di “Preman Pensiun”, Jualan Kopi Sekaligus Bawa Misi Budaya

Benny mengakui, berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas instansi, peningkatan arus Nataru tahun ini memang sudah diprediksi. Apalagi, kendaraan roda dua (R2) tahun ini diwajibkan melintas melalui Pelabuhan Ciwandan, yang otomatis menambah beban layanan.

“Sesuai prediksi, tahun ini ada peningkatan arus. Kendaraan roda dua juga mandatori lewat Ciwandan. Namun, Insyaallah tetap lancar, mudah-mudahan alam mendukung,” ujarnya.

Di tengah lonjakan kendaraan, Pelabuhan Ciwandan kini tak sekadar menjadi pelabuhan alternatif, melainkan penopang utama kelancaran arus logistik dan pemudik.

Tinggal satu catatan: satu dermaga masih menunggu keputusan. Dalam situasi Nataru, waktu kerap menjadi faktor paling menentukan bahkan sebelum kapal benar-benar bersandar.