TANGGAMUS — Kepala Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Sumantri, menyatakan siap mengerahkan warganya untuk melakukan aksi protes terkait proyek pemasangan bronjong di Sungai Way Ngarip. Ancaman itu disampaikan lantaran tidak adanya tindak lanjut dari instansi terkait meski protes telah berulang kali disampaikan.
Sumantri mengatakan, keluhan warga terus berdatangan karena proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dinilai tidak memberikan manfaat, bahkan berpotensi membahayakan permukiman.
“Pengaduan warga tidak pernah berhenti. Saya sudah sampaikan protes secara langsung, tapi tidak ada tindakan. Warga khawatir proyek ini justru berdampak buruk,” kata Sumantri kepada Wawai News, Selasa (23/12/2025).
Ia menilai pengerjaan bronjong jauh dari standar. Lebar matras yang seharusnya tiga meter, di lapangan ditemukan hanya dua meter dan disiasati dengan timbunan tanah. Tinggi bangunan pun tidak sesuai spesifikasi.
Selain itu, pengisian batu bronjong diduga tidak memenuhi ketentuan. Batu besar hanya terlihat di bagian luar, sementara bagian dalam diisi batu kecil.
“Kalau kena banjir besar, apalagi di tikungan sungai, bronjong ini rawan jebol. Ini dikerjakan asal jadi,” tegasnya.
Sumantri menuding pihak pemborong lebih mengutamakan keuntungan dibanding kualitas. Ia bahkan menantang pembongkaran proyek untuk membuktikan kondisi sebenarnya.
Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi berwenang melakukan audit dan penyelidikan.
Hal senada disampaikan tokoh adat Pekon Padang Ratu, Masriza, yang mengaku menyaksikan langsung proses pengerjaan di lapangan.
“Saya ikut turun langsung. Apa yang disampaikan Pak Kakon benar adanya,” ujarnya.***













