KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mengambil sikap berbeda dalam menyambut pergantian tahun. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa peralihan menuju tahun baru tidak akan dirayakan dengan pesta rakyat atau hiburan besar.
Sebagai gantinya, Pemkot Bekasi memilih menggelar doa bersama dan refleksi akhir tahun sebagai bentuk kepekaan sosial dan empati kemanusiaan.
Kebijakan tersebut diambil menyusul berbagai musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatra dan Aceh, yang menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat.
Tri menilai, dalam kondisi seperti ini, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan sikap menahan diri dan kepedulian nyata.
“Pergantian tahun bukan semata soal euforia dan kemeriahan. Ada saatnya kita berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Itulah nilai yang ingin kami hadirkan di Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto, Selasa (24/12).
Menurut Tri, doa bersama dipilih sebagai ruang kolektif untuk merefleksikan perjalanan satu tahun yang telah dilalui, sekaligus memohon keselamatan, ketenangan, dan keberkahan bagi seluruh warga di tahun yang akan datang.
Ia menekankan bahwa pendekatan spiritual justru memberi makna yang lebih mendalam dalam menyambut lembaran baru.
“Kami ingin memulai tahun dengan kesadaran, bukan hingar-bingar. Dengan doa, kita menguatkan batin, mempererat kepedulian sosial, dan meneguhkan harapan agar tahun depan menjadi lebih baik, lebih aman, dan lebih beradab,” tuturnya.
Lebih jauh, Tri menyatakan bahwa sikap ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk selalu peka terhadap kondisi nasional. Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan administratif, tetapi juga tentang keteladanan sikap di tengah masyarakat.
“Pemerintah harus mampu membaca situasi. Ada waktu untuk bersuka cita, dan ada waktu untuk menahan diri. Tahun ini, Kota Bekasi memilih memulai langkahnya dengan doa dan refleksi,” imbuhnya.
Rencana doa bersama akan dilaksanakan secara sederhana, khidmat, dan tertib, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh lintas agama, serta perwakilan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus penguat solidaritas sosial di tengah keberagaman Kota Bekasi.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mengimbau seluruh warga untuk menyambut pergantian tahun secara bijak, tertib, dan menjaga kondusivitas lingkungan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dengan pendekatan ini, Pemkot Bekasi berharap semangat kebersamaan, empati, dan nilai-nilai spiritual dapat menjadi fondasi dalam menapaki tahun yang baru.***













