Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

RSUD Chasbullah Dinarasikan Bakal Gulung Tikar Dinilai Hanya Isu Murahan

×

RSUD Chasbullah Dinarasikan Bakal Gulung Tikar Dinilai Hanya Isu Murahan

Sebarkan artikel ini
RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi
RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Isu yang menyebut RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi terancam gulung tikar akibat persoalan utang diminta untuk tidak dibesar-besarkan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terjebak narasi pesimistis yang dinilai berlebihan dan cenderung bersifat clickbait .

Pemerhati kebijakan publik Kota Bekasi, Ahmad Juaini, menegaskan bahwa persoalan utang di rumah sakit daerah bukanlah hal baru dan bukan pula indikator pelayanan akan berhenti.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Soal utang itu hal biasa. Tahun 2021 saja nilainya pernah lebih besar. Tapi rumah sakit tetap jalan. Narasi RSUD CAM mau gulung tikar itu cerita lama yang diulang-ulang,” ujar Juaini kepada Wawai News, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA :  Operasi Beras Murah: Pemerintah Obati Inflasi dengan Plester

Juaini mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menegaskan bahwa hingga kini, pelayanan RSUD tetap berjalan normal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Pelayanan tidak ada yang terganggu. Masyarakat jangan panik, nanti malah kebanyakan mikir, kesehatan ikut terganggu, ujung-ujungnya benar-benar ke rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Juaini, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto telah secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan kesehatan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Bahkan, ia menyebut sejumlah kebijakan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Gaji Honorer Puskesmas Bekasi Disunat: 21 Tahun Setia, Dibayar dengan Dalih dan Parkiran

“Sekarang berobat cukup bawa KTP dan KK, mau rawat jalan atau rawat inap. Itu bukti kerja, bukan janji. Pak Wali Kota memang tidak banyak bicara, tapi langsung eksekusi,” tegasnya.

Juaini juga menilai bahwa dalam waktu kepemimpinan yang belum genap satu tahun, Tri Adhianto telah menunjukkan arah kebijakan yang jelas, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan.

Meski diakuinya belum semua program berjalan sempurna, hal tersebut dinilai wajar mengingat kompleksitas persoalan yang bersifat menahun.

“Masalah besar tidak bisa diselesaikan semalam. Yang penting ada niat, arah, dan keberanian menyelesaikan tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya.

BACA JUGA :  Ribuan Hewan Ternak di Jabar Terpapar PMK, Vaksinasi Dimulai

Ia pun mengajak publik melihat kinerja pemerintah daerah secara objektif, bukan dari sudut pandang suka atau tidak suka.

“Ini bukan soal cinta atau benci. Ini soal fakta yang sudah dikerjakan. Kita optimistis, badai pasti berlalu. Utang RSUD pasti ada solusi dan akan diselesaikan,” ujar Juaini.

Juaini menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Bekasi jelas pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama, dan persoalan lama akan ditangani secara bertahap tanpa mengorbankan hak masyarakat.

“Pelayanan tidak akan berubah. Wali kota berkomitmen menyelesaikan masalah menahun tanpa menciptakan masalah baru,” pungkasnya.***