LAMPUNG TIMUR — Lampung Timur kembali masuk radar investor asing. Kali ini, sektor energi terbarukan dan infrastruktur pesisir menjadi sasaran bidik. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur pun sigap membuka pintu, sembari menjanjikan kemudahan perizinan dan iklim investasi yang “aman, kondusif, dan berkelanjutan”.
Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menerima langsung audiensi rombongan investor dari IC Strategy Co.id di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (22/01/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal awal bahwa Lampung Timur mulai dilirik sebagai ladang investasi hijau dan infrastruktur strategis.
Rombongan investor terdiri dari Mr. Heran Chan (Inggris), Mr. Liu Song (Tiongkok), serta sejumlah perwakilan nasional, yakni Agus Susanto, H. Wahyudi, Widodo, Kurniawan, dan Achmad Doni. Audiensi turut dihadiri Kepala DPMPTSP Lampung Timur beserta jajaran terkait.
Dalam pemaparannya, para investor menyatakan minat untuk menanamkan modal di sektor energi terbarukan, khususnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Bendungan Margatiga. Lokasi tersebut dinilai strategis dan memiliki potensi besar untuk pengembangan energi ramah lingkungan.
Tak berhenti di sektor energi, investor juga melirik pengembangan dermaga di Labuhan Maringgai, kawasan pesisir yang dinilai memiliki peluang besar untuk menopang konektivitas logistik dan aktivitas ekonomi maritim. Singkatnya, mata modal mulai menoleh ke laut dan matahari Lampung Timur.
Usai audiensi, Wakil Bupati bersama Kepala DPMPTSP dan rombongan investor melakukan kunjungan lapangan ke Bendungan Margatiga dan Labuhan Maringgai. Langkah ini menandai bahwa pembicaraan tidak berhenti di meja rapat, tetapi mulai menyentuh tanah tempat investasi benar-benar diuji.
Azwar Hadi menyambut ketertarikan tersebut dengan nada optimistis. Ia menegaskan komitmen Pemkab Lampung Timur untuk menciptakan iklim investasi yang ramah, tanpa melupakan kepentingan masyarakat.
“Kami menyambut baik minat investor yang melihat potensi besar Lampung Timur, baik di sektor energi terbarukan, infrastruktur, industri, maupun layanan kesehatan. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan,” ujar Azwar.
Namun Azwar juga mengingatkan bahwa investasi bukan sekadar soal angka dan proyek fisik. Ia berharap modal yang masuk benar-benar memberi dampak sosial dan ekonomi nyata.
“Investasi harus membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan,” tegasnya.
Menariknya, dalam rencana jangka menengah, investor asal Tiongkok dan Hongkong juga menyatakan minat berinvestasi di sektor industri dan layanan kesehatan. Di antaranya rencana pembangunan pabrik pengolahan singkong menjadi beras singkong di Kecamatan Sekampung Udik, serta Rumah Sakit Tipe B di Kecamatan Sribhawono.
Pemkab Lampung Timur menyambut rencana tersebut dengan sikap terbuka, sembari menegaskan bahwa setiap investasi harus sejalan dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan masuknya minat investasi di sektor energi, pelabuhan, industri, dan kesehatan, Lampung Timur optimistis dapat mempercepat pembangunan daerah. Tantangannya kini satu, memastikan investasi benar-benar menjadi mesin kesejahteraan, bukan sekadar deretan MoU dan foto seremoni.***












