Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Abdul Harris Bobihoe: LAMAHU Perekat Persatuan Gorontalo di Perantauan

×

Abdul Harris Bobihoe: LAMAHU Perekat Persatuan Gorontalo di Perantauan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe hadir secara resmi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IX Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU) yang digelar di Gedung Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026) - foto doc

JAKARTA – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe hadir secara resmi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IX Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU) yang digelar di Gedung Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kehadirannya bukan sekadar formalitas pejabat datang foto pulang, melainkan penegasan bahwa organisasi kedaerahan masih punya posisi strategis di tengah hiruk-pikuk urban dan globalisasi yang kian bising.

Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus serta keluarga besar LAMAHU yang berhasil menyelenggarakan Mubes sebagai ruang konsolidasi, evaluasi, dan penentuan arah masa depan organisasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Apresiasi dan selamat kepada seluruh keluarga besar LAMAHU atas terselenggaranya Musyawarah Besar ini. Semoga dijalankan dengan amanah, penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi, serta membawa kemajuan bagi organisasi dan kemaslahatan warga Gorontalo di mana pun berada,” ujar Bobihoe.

Menurutnya, Mubes bukan sekadar agenda lima tahunan yang berakhir dengan foto bersama dan daftar pengurus baru, tetapi forum strategis untuk merumuskan gagasan besar, menyatukan visi, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya Gorontalo mulai dari semangat musyawarah mufakat, saling menghargai perbedaan, hingga menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi maupun kelompok.

BACA JUGA :  Penunjukan Pemenang Proyek PSEL Kota Bekasi Terus Disuarakan, LINAP : Tunjukkan Pembanding

“Cita-cita besar LAMAHU adalah menjaga budaya, memperkuat gotong royong, serta menjunjung tinggi kerukunan di mana pun berada. Kita boleh bangga dengan asal-usul kita, tapi jangan lupa mencintai daerah tempat kita hidup saat ini. Di Bekasi, kita adalah bagian dari Bekasi,” tegasnya.

Bobihoe menilai, LAMAHU memiliki peran krusial sebagai perekat sosial masyarakat Gorontalo di perantauan, bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga benteng nilai adat dan identitas kultural di tengah arus globalisasi yang kerap menggerus akar budaya.

“LAMAHU diharapkan tampil sebagai organisasi yang solid secara internal, adaptif terhadap perubahan zaman, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. LAMAHU bukan sekadar simbol persatuan, tetapi motor penggerak kepedulian sosial,” katanya.

BACA JUGA :  Malam Final Abang Mpok Kota Bekasi 2025: Meriah, Banjir Pesan Wawali, dan Banjir Pesona

Lebih jauh, Pemerintah Kota Bekasi memandang organisasi kemasyarakatan seperti LAMAHU sebagai mitra strategis pembangunan, khususnya dalam membangun fondasi spiritual, moral, dan peradaban masyarakat hal-hal yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan beton, aspal, dan anggaran.

“Pemerintah hadir sebagai pengayom, merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. LAMAHU adalah mitra strategis dalam mewujudkan Kota Bekasi yang nyaman, harmonis, dan sejahtera,” tutup Abdul Harris Bobihoe.***