LAMPUNG UTARA – Kepala SMP Negeri 2 Abung Semuli, Febriyanto, memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah yang dipimpinnya.
Febriyanto menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS telah dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur serta melibatkan unsur sekolah sebagaimana mestinya.
Febriyanto menyampaikan bahwa dewan guru telah dilibatkan dalam proses pengelolaan dana BOS, khususnya pada tahap perencanaan melalui penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Dalam penyusunan RKAS, guru-guru dan komite sekolah kami libatkan. Jadi secara umum mereka mengetahui arah dan peruntukan dana BOS,” ujar Febriyanto kepada Wawai News, Senin (26/1/2026).
Terkait rincian penggunaan anggaran, Febriyanto menjelaskan bahwa tidak seluruh detail teknis disampaikan kepada dewan guru. Namun demikian, menurutnya, para guru tetap mengetahui bentuk realisasi penggunaan dana tersebut.
“Guru mengetahui secara umum apa saja yang dibelanjakan dan kebutuhan sekolah yang dipenuhi. Adapun rincian teknis anggaran memang dikelola oleh tim sesuai tugas dan fungsinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembagian peran tersebut dimaksudkan agar masing-masing unsur sekolah dapat fokus menjalankan tugas utama, di mana guru lebih difokuskan pada kegiatan pembelajaran.
“Bukan berarti tidak boleh tahu, tetapi tugas utama guru adalah mengajar. Sementara pengelolaan administrasi anggaran ada tim khususnya. Meski begitu, dalam perencanaan tetap melibatkan guru dan komite,” katanya.
Mengenai pengawasan, Febriyanto menyampaikan bahwa pengelolaan dana BOS di SMPN 2 Abung Semuli telah melalui pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Lampung Utara.
“Sekitar dua minggu lalu kami sudah diperiksa Inspektorat. Seluruh dokumen dan penggunaan dana diperiksa,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan tersebut telah diterimanya dalam bentuk Naskah Hasil Pemeriksaan (NHP).
“NHP sudah kami terima, dan hanya ada beberapa catatan perbaikan administrasi yang diminta untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, menanggapi terkait kehadirannya di sekolah yang menjadi perhatian sejumlah pihak, Febriyanto menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya menjadi alasan utama.
“Belakangan ini kondisi kesehatan saya memang kurang baik, sehingga aktivitas di sekolah menjadi terbatas. Namun demikian, tugas dan pelayanan tetap berjalan melalui koordinasi dengan jajaran sekolah,” pungkasnya. ***













