BANDUNG — Alam kembali “mengirim surat peringatan” kepada Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat secara resmi mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi selama tiga hari berturut-turut, 4–6 Februari 2026. Pesannya jelas: siap-siap, hujan tidak datang sendirian.
Berdasarkan rilis Stasiun Klimatologi Jawa Barat yang dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu (4/2/2026), puluhan kabupaten/kota masuk zona waspada hingga siaga. Dari kawasan metropolitan hingga daerah rawan longsor, hampir tak ada wilayah yang benar-benar “aman dari langit”.
Bekasi Raya Waspada, Bogor Siaga
Untuk 4 Februari 2026, wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi resmi berstatus Waspada (Hujan Sedang–Lebat). Artinya, hujan berpotensi turun dengan intensitas yang cukup untuk membuat jalan licin, drainase bekerja ekstra, dan warga kembali menguji kesabaran di tengah genangan.
Sementara itu, Kabupaten Bogor, Majalengka, dan Kuningan naik satu level ke status Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat). Ini bukan sekadar hujan romantis sore hari melainkan potensi banjir, longsor, dan debit sungai yang bisa berubah drastis dalam hitungan jam.
Menariknya, status Awas (hujan ekstrem) masih nihil. Sebuah kabar baik meski bukan alasan untuk lengah.
Hujan Berlanjut Hingga 6 Februari
Memasuki 5 Februari, hujan belum berniat pamit. Sejumlah wilayah seperti Bogor, Bekasi, Purwakarta, Subang, hingga Sukabumi dan Tasikmalaya tetap berada di status waspada. Kabupaten Bandung dan Garut bahkan masuk kategori Siaga, menandakan intensitas hujan berpotensi lebih serius.
Pada 6 Februari, hujan masih bertahan di banyak wilayah, dari Bogor hingga Pangandaran. Meski status siaga dan awas nihil, BMKG menegaskan pola cuaca basah ini tetap menyimpan risiko hidrometeorologi, terutama bagi daerah dengan riwayat banjir dan longsor.
Angin Kencang Nihil, Tapi Jangan Terlena
BMKG memastikan tidak ada peringatan dini angin kencang selama periode tersebut. Namun, hujan lebat tanpa angin pun cukup untuk membuat sungai meluap dan tanah kehilangan daya ikatnya.
BMKG: Waspada, Bukan Panik
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan banjir dan longsor
- Menghindari aktivitas berisiko saat hujan lebat
- Memantau informasi cuaca terbaru secara berkala
- Menyiapkan langkah antisipatif sejak dini
Singkatnya, payung saja tidak cukup. Kesiapsiagaan adalah kunci.
Karena jika hujan sudah bicara, manusia sebaiknya mendengar bukan menantang.***











