Scroll untuk baca artikel
AgamaRagam

Ziarah Kubur dalam Islam: Hukum, Adab, dan Doa Lengkap Sesuai Sunnah

×

Ziarah Kubur dalam Islam: Hukum, Adab, dan Doa Lengkap Sesuai Sunnah

Sebarkan artikel ini
Makam Pangeran tutur Jimat di dusun keramat Maringgai Tua

WawaINEWS.ID – Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang memiliki dimensi spiritual, edukatif, sekaligus reflektif dalam ajaran Islam. Praktik ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ibadah yang memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan penjelasan para ulama.

Hukum Ziarah Kubur dalam Islam

Dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan dijelaskan bahwa pada masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya berziarah kubur. Larangan tersebut bukan tanpa alasan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kala itu, umat Islam baru saja meninggalkan tradisi jahiliah yang kental dengan praktik syirik, seperti meminta berkah kepada kuburan atau memuja arwah leluhur. Untuk menjaga kemurnian akidah, Rasulullah SAW menutup pintu ziarah kubur sementara waktu.

Namun, seiring menguatnya keimanan dan pemahaman tauhid umat Islam, larangan tersebut dicabut. Rasulullah SAW kemudian memberikan izin sekaligus menegaskan hikmah besar di balik ziarah kubur.

BACA JUGA :  Lampion dan Miniatur Masjid, Meriahkan Malam Takbir di Sekampungudik

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah kalian, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis ini, para ulama sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah, selama dilakukan dengan adab yang benar dan tidak disertai perbuatan yang bertentangan dengan syariat, seperti meminta kepada selain Allah atau meyakini kubur memiliki kekuatan gaib.

Makna Ziarah Kubur: Bukan Ritual Kosong

Ziarah kubur dalam Islam bukanlah aktivitas simbolik tanpa makna. Ia berfungsi sebagai “pengingat sunyi” bahwa setiap manusia, tanpa kecuali, akan menempuh jalan yang sama: kematian.

Di tengah hiruk-pikuk dunia, ziarah kubur mengajak manusia untuk:

  • Menumbuhkan kesadaran akhirat
  • Melunakkan hati yang keras oleh ambisi duniawi
  • Mendoakan mereka yang telah mendahului
  • Memperbaiki amal sebelum kesempatan tertutup

Singkatnya, ziarah kubur adalah ibadah reflektif—bukan wisata, bukan pula ajang pamer kesalehan.

Bacaan Doa Ziarah Kubur yang Dianjurkan

1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Salam menjadi pembuka adab ziarah kubur, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:

BACA JUGA :  Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Haji Tahun 2022/1443 H

(Arab, latin, dan arti tetap sebagaimana naskah asli – sudah sesuai dan tidak diubah)

Salam ini menegaskan bahwa orang-orang beriman, meski telah wafat, tetap memiliki kehormatan dan hak untuk didoakan.

2. Membaca Doa Ziarah Kubur Versi Panjang

Doa panjang ziarah kubur yang diriwayatkan dalam Al-Sunan Al-Kubra dan An-Nasa’i memuat permohonan ampunan, ketenangan, dan keselamatan bagi ahli kubur serta bagi peziarah itu sendiri.

Doa ini mencerminkan keseimbangan antara doa untuk orang yang telah wafat dan introspeksi bagi yang masih hidup.

Amalan Tambahan Saat Ziarah Kubur

Selain doa salam, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan dzikir sebagai bentuk hadiah pahala bagi ahli kubur, antara lain:

  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca Al-Baqarah ayat 1–5
  • Membaca Ayat Kursi
  • Membaca Al-Baqarah ayat 284–286
  • Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
  • Memperbanyak istighfar dan tahlil
  • Mendoakan jenazah secara khusus
BACA JUGA :  Sekolah Dasar di Tanggamus Krisis Ruang Belajar, Guru dan Siswa Bertahan di Tengah Keterbatasan

Seluruh bacaan ini bertujuan memohonkan ampunan dan rahmat Allah bagi yang telah wafat, sekaligus menjadi pengingat bagi peziarah agar memperbaiki amal sebelum datang giliran.

Adab Penting yang Harus Dijaga

Ziarah kubur harus dilakukan dengan adab, di antaranya:

  • Tidak duduk atau menginjak makam
  • Tidak meratap berlebihan
  • Tidak meminta kepada ahli kubur
  • Tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ritual yang menyimpang

Islam memuliakan ziarah kubur, tetapi tetap menjaga garis tegas agar tauhid tidak ternodai.

Penutup

Ziarah kubur dalam Islam bukanlah praktik mistis atau tradisi kosong. Ia adalah ibadah yang sarat makna, menghubungkan yang hidup dengan yang telah wafat melalui doa, sekaligus mengingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan.

Ziarah kubur yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW bukan hanya mengantarkan pahala kepada ahli kubur, tetapi juga menjadi cermin bagi peziarah: sudah sejauh mana ia mempersiapkan bekal menuju akhirat.***