BOGOR – Sungai Cileungsi resmi berstatus Siaga 1 setelah Tinggi Muka Air (TMA) menembus 410 sentimeter pada Rabu (11/2/2026) malam. Angka ini melonjak jauh dari batas normal 100 sentimeter. Jika sungai bisa berbicara, mungkin ia sudah berteriak “Bersiaplah!”
Data Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) mencatat kenaikan berlangsung cepat dan dramatis. Pukul 18.55 WIB, TMA berada di 150 cm. Dalam hitungan menit, air merangkak naik menjadi 210 cm, 270 cm, 330 cm, hingga akhirnya menyentuh 410 cm pada pukul 19.00 WIB dan bertahan hingga 19.25 WIB.
Ketua KP2C, Puarman, memastikan kondisi sudah berada di titik atas. “Saat ini TMA sudah top level,” ujarnya dalam laporan pemantauan.
Sementara itu, Hulu Cikeas masih terpantau normal di angka 90 cm (batas normal 200 cm). Begitu pula titik pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) yang masih di angka 50 cm dari batas normal 350 cm. Namun, pengalaman menunjukkan air dari hulu tak butuh undangan resmi untuk datang ke hilir.
Berdasarkan estimasi KP2C, waktu tempuh aliran air dari hulu menuju Bojongkulur dan Jatiasih berkisar 3–4 jam untuk Cileungsi dan 2–3 jam untuk Cikeas. Artinya, wilayah hilir perlu meningkatkan kewaspadaan.
Lonjakan ini terjadi di tengah cuaca mendung dan gerimis. Ironisnya, ketika sebagian warga mungkin masih menikmati hangatnya kopi sore, debit air justru sedang “rapat kilat” menuju level siaga.
KP2C mengimbau warga bantaran sungai untuk siaga, memantau informasi resmi, dan bersiap jika diperlukan langkah antisipasi. Dalam situasi seperti ini, notifikasi grup WhatsApp bisa lebih menegangkan daripada trailer film aksi.
Data bersumber dari pemantauan langsung petugas dan CCTV KP2C. ***













