TANGGAMUS – Ratusan mahasiswa dan dosen mengikuti seminar bertajuk “Be Your Self: Menjadi Pribadi Otentik, Percaya Diri, dan Berkarakter” yang digelar di Gedung Almira Nabila Fauzi (ANF) STEBI Tanggamus, Kota Agung, Lampung, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr. Elisabet Yunaeti Anggraeni, dosen IBN Lampung, yang mengupas pentingnya kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), serta kepercayaan diri (self confidence) di tengah tantangan zaman.
Dalam paparannya, Dr. Elisabet menyoroti realitas mahasiswa masa kini yang dihadapkan pada tekanan akademik, persaingan karier, pengaruh media sosial, hingga krisis identitas dan kepercayaan diri.
“Kesuksesan sejati dimulai dari mengenal dan menerima diri sendiri. Setiap orang itu unik dan bernilai. Tidak perlu menjadi orang lain untuk dianggap berhasil,” tegasnya di hadapan peserta seminar.
Ia menambahkan, menjadi diri sendiri bukan berarti egois atau menutup diri dari kritik, melainkan berani bertanggung jawab atas pilihan hidup serta terus bertumbuh.
“Menjadi diri sendiri adalah keberanian terbesar. Percaya diri bukan soal kesombongan, tetapi keyakinan untuk mencoba dan tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain,” ujar Dr. Elisabet.
Dalam sesi khusus, ia juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh jumlah likes atau followers. Mahasiswa diminta tidak terjebak dalam validasi sosial yang berlebihan.
Seminar ini mendapat apresiasi dari Ketua STEBI Tanggamus, Riki Renaldo, yang menyebut kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
“Kami ingin mahasiswa STEBI Tanggamus tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan mental. Seminar ini menjadi pengingat bahwa jujur, amanah, berani, dan beretika adalah fondasi utama dalam akademik, organisasi, maupun dunia kerja,” kata Riki Renaldo.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan kampus sehari-hari.
“Mahasiswa STEBI harus berilmu, berakhlak, dan percaya diri. Menjadi diri sendiri adalah proses panjang yang harus terus dilatih,” tambahnya.
Acara ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias menjawab pertanyaan seputar tantangan terbesar menjadi diri sendiri sebagai mahasiswa, pengalaman merasa minder, hingga cara tetap otentik tanpa melanggar nilai-nilai kehidupan.
Seminar ini menjadi momentum penguatan karakter bagi mahasiswa STEBI Tanggamus untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. ***












