Scroll untuk baca artikel
AdvertorialParlementaria

Faisal Soroti Ketimpangan Pembangunan Kota Bekasi, Minta Anggaran Lebih Merata

×

Faisal Soroti Ketimpangan Pembangunan Kota Bekasi, Minta Anggaran Lebih Merata

Sebarkan artikel ini
Faisal saat diwawancara di kantor DPRD Kota Bekasi, Foto: Rocky

KOTA BEKASI – Soal ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kota Bekasi menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Faisal. Ia menegaskan bahwa disparitas pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera dibenahi dalam agenda prioritas daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh lagi terkesan terpusat di kawasan tertentu, sementara wilayah lain berjalan di tempat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Semangatnya adalah merapikan prioritas pembangunan agar manfaatnya dirasakan luas, serta memastikan setiap wilayah memperoleh perhatian yang proporsional,” ujar Faisal, Rabu (18/2), usai menyelesaikan rangkaian reses di daerah pemilihannya.

BACA JUGA :  Banggar DPRD Kota Bekasi Beri Rekomendasi Ini, Terkait Temuan BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2023

Dari hasil reses tersebut, ia mengaku menerima beragam aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar, perbaikan drainase, akses jalan lingkungan, hingga penguatan ekonomi warga. Aspirasi itu, kata dia, harus menjadi pijakan dalam penyusunan arah kebijakan anggaran daerah.

Faisal menekankan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak dibarengi pemberdayaan masyarakat. Dukungan terhadap RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan publik dinilai krusial, terutama dalam pelaksanaan program yang bersumber dari APBD.

BACA JUGA :  Bekasi Bergejolak! DPRD Diguncang Tudingan Monopoli Proyek, Limbah Haram, hingga Turap Ambruk

“RT dan RW jangan hanya jadi pelengkap administrasi. Mereka harus diperkuat agar program benar-benar menyentuh warga di tingkat akar rumput,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya distribusi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang lebih merata. Menurutnya, pokir harus diarahkan ke banyak titik wilayah agar tidak menimbulkan kesan pembangunan hanya berputar di kawasan tertentu saja.

“Pokir itu harus tersebar dan menyentuh banyak wilayah. Jangan sampai ada area yang terus dibenahi, sementara yang lain menunggu giliran tanpa kepastian,” ujarnya.

Secara lebih luas, Faisal menilai pemerataan pembangunan bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut keadilan anggaran dan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi memperlebar jarak kesejahteraan antarwilayah.

BACA JUGA :  Reses Perdana, AFH Jaring Aspirasi di Kalibaru

Ia berharap, ke depan, perencanaan pembangunan Kota Bekasi dapat disusun dengan pendekatan yang lebih berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, sehingga setiap rupiah APBD benar-benar memberikan dampak nyata.

“Tujuan akhirnya adalah keseimbangan pembangunan yang terasa langsung oleh masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat serta merata di seluruh penjuru Kota Bekasi,” pungkasnya.***