Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

RSUD Sukadana Miliki Cathlab Rp17,5 M, Layanan Jantung Meningkat

×

RSUD Sukadana Miliki Cathlab Rp17,5 M, Layanan Jantung Meningkat

Sebarkan artikel ini
Foto RSUD Sukadana, Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR – Kabar baik bagi ribuan pasien jantung di Lampung Timur. RSUD Sukadana kini resmi dilengkapi alat Cathlab (catheterization laboratory) berteknologi tinggi bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nilainya tak main-main: sekitar Rp17,5 miliar. Angka yang cukup untuk membeli teknologi canggih sekaligus jika dikelola dengan serius mengurangi antrean panjang dan praktik “rujuk sana-sini” yang selama ini kerap dikeluhkan pasien.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Selama ini, poli jantung RSUD Sukadana melayani rata-rata 600 hingga 800 pasien per bulan. Dengan angka sebesar itu, keberadaan Cathlab bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak.

BACA JUGA :  Tinjau RSUD Bob Bazar, Jokowi Terima Beragam Keluhan

Cathlab memungkinkan tindakan diagnostik dan intervensi jantung seperti kateterisasi hingga pemasangan ring dilakukan langsung di daerah. Artinya, pasien tak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar Lampung Timur hanya untuk prosedur yang kini sudah tersedia di rumah sendiri.

Jika sebelumnya pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam sambil menahan nyeri dada, kini harapannya penanganan bisa lebih cepat, tepat, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa pelayanan adalah prioritas utama. RSUD sebagai rumah sakit milik pemerintah wajib memberikan layanan yang adil tanpa membeda-bedakan kelas perawatan.

BACA JUGA :  Cegah Covid-19, Farizal Lakukan Disinfektan di Tanjungan

“Masyarakat tidak menuntut yang muluk-muluk, mereka hanya ingin pelayanan yang baik, cepat, dan sepenuh hati,” tegas Ela usai menandatangani Berita Acara Serah Terima, Jumat (20/2).

Pernyataan itu terdengar sederhana. Namun di lapangan, tantangannya tidak sesederhana slogan. Alat canggih tanpa SDM terlatih dan manajemen yang disiplin hanya akan menjadi pajangan mahal.

Cathlab senilai Rp17,5 miliar ini diharapkan benar-benar beroperasi optimal bukan sekadar diresmikan, difoto, lalu jarang dipakai. Investasi kesehatan bukan soal seremonial, melainkan konsistensi pelayanan.

BACA JUGA :  DUK! Dugaan Penyalahgunaan Pengelolaan Dana Desa GSB Dilaporkan ke Kejati Lampung

Masyarakat tentu berharap, dengan adanya fasilitas ini:

  • Waktu tunggu tindakan berkurang
  • Angka rujukan keluar daerah menurun
  • Biaya tambahan pasien bisa ditekan
  • Dan yang terpenting, angka keselamatan meningkat

Kehadiran Cathlab di RSUD Sukadana menjadi simbol bahwa layanan kesehatan berkualitas tidak harus selalu terpusat di kota besar. Ini momentum bagi Lampung Timur untuk memperkuat sistem kesehatan daerah mulai dari tenaga medis, perawatan pascatindakan, hingga transparansi layanan.***