Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Pelaku Pembunuhan Gadis 17 Tahun di Kecamatan Jabung Malang, Ditangkap di Kos

×

Pelaku Pembunuhan Gadis 17 Tahun di Kecamatan Jabung Malang, Ditangkap di Kos

Sebarkan artikel ini
TKP penemuan jasad wanita dengan tangan terikat mulut tersumpal di aliran sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Malang/Foto: Istimewa

MALANG – Kasus pembunuhan tragis yang mengguncang warga Kabupaten Malang akhirnya menemukan titik terang. Pelaku pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan yang ditemukan dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di aliran sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, berhasil diringkus aparat gabungan.

Pelaku berinisial YD ditangkap di sebuah rumah kos di wilayah Kota Malang. Bukan adegan baku tembak ala film laga, bukan pula drama kejar-kejaran di atap gedung pelaku justru diciduk tanpa perlawanan. Diduga, kamar kos lebih cocok jadi tempat bersembunyi ketimbang tempat merenung atas perbuatannya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Malang bersama Satresmob Bareskrim Polri dan Subdit Jatanras Polda Jawa Timur, setelah serangkaian penyelidikan intensif yang menguras energi, waktu, dan tentu saja logika.

BACA JUGA :  Warga Jabung, Berharap Polda Lampung Tepati Janji Terkait Kuota Bintara

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di aliran sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Identitas korban sempat menjadi misteri sebelum akhirnya terungkap melalui uji DNA. Korban diketahui berinisial HMZ (17), warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, menyampaikan bahwa pelaku berhasil diamankan pada Sabtu malam (21/2/2026).

“Terduga pelaku berhasil kami amankan di tempat persembunyiannya di sebuah rumah kos di wilayah Kota Malang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, penangkapan tersebut merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang bergerak cepat begitu identitas korban terkonfirmasi. Artinya, ketika data sudah terang, pelaku tak lagi punya ruang gelap untuk bersembunyi.

BACA JUGA :  Bentrokan Maut di Desa Negarabatin, Dipicu Persoalan Lama

Meski pelaku telah diamankan, pekerjaan rumah penyidik belum selesai. Motif pembunuhan masih terus didalami. Apakah ini murni kejahatan personal, konflik relasi, atau ada skenario lain di balik tragedi ini semuanya masih dikonstruksi dalam berkas penyidikan.

Kapolres menegaskan komitmen jajarannya untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan. Ia memastikan seluruh rangkaian peristiwa akan dibuka seterang mungkin, tanpa ada adegan yang disensor.

“Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap secara utuh konstruksi peristiwa yang terjadi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Polisi Tembak Mati Warga Batu Badak Lamtim Didepan Anak Istri, Akhirnya Dipecat?

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan terhadap korban yang masih berusia belia. Publik tentu berharap proses hukum berjalan tegas dan adil, tanpa celah kompromi.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Kepercayaan terhadap penegakan hukum akan diuji bukan hanya pada keberhasilan menangkap pelaku, tetapi pada sejauh mana keadilan benar-benar ditegakkan.

Kamar kos mungkin bisa menjadi tempat persembunyian sementara. Namun, jejak digital, forensik, dan kerja keras aparat membuktikan satu hal: seberapa pun rapatnya pintu ditutup, kebenaran pada akhirnya tetap mengetuk.***