JAKARTA – Pemerintah menarik utang baru sebesar Rp127,2 triliun pada Januari 2026 atau 15,3% dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok Rp832,2 triliun.
Realisasi ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp153,33 triliun atau 23,7% dari target tahunan.
Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan hingga akhir Januari 2026 tercatat Rp105,06 triliun atau 15,2% dari target, turun dibanding Januari 2025 yang sudah menyentuh 29,6%.
Sementara pembiayaan non-utang mencapai Rp22,2 triliun atau 15,6% dari pagu APBN.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan capaian tersebut mencerminkan strategi pembiayaan yang disiplin dan disesuaikan dengan kebutuhan kas serta dinamika pasar keuangan.
Pemerintah memastikan pembiayaan tetap menjaga stabilitas APBN dan keberlanjutan pengelolaan utang.
Sebagian besar pembiayaan utang masih berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Di tengah tekanan global, pemerintah menilai kinerja pasar perdana SBN tetap solid dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.***













