WAWAINEWS.ID – Di negeri yang kaya tradisi seperti Indonesia, “katanya” sering kali lebih berkuasa daripada fakta. Salah satu yang masih bertahan adalah larangan menggunting kuku di malam hari. Katanya bisa bikin sial, memperpendek umur, bahkan mengundang musibah. Kedengarannya dramatis, ya. Seolah-olah nasib hidup ditentukan oleh seberapa rajin kita memotong kuku… dan jam berapa melakukannya.
Tapi mari kita jujur: apakah benar gunting kuku malam hari bisa bikin hidup apes? Atau ini hanya cerita lama yang keburu dianggap sakral?
Dari Pelita ke Mitos Turun-Temurun
Kalau kita tarik ke belakang, larangan ini sebenarnya cukup masuk akal untuk ukuran zaman dulu. Saat listrik belum masuk kampung, orang hanya mengandalkan lampu minyak, pelita, atau obor yang cahayanya remang-remang.
Bayangkan saja: memotong kuku di bawah cahaya seadanya. Alih-alih rapi, yang ada malah jari ikut teriris. Nah, dari sinilah muncul “larangan” sebagai bentuk perlindungan. Bukan karena mistis, tapi karena… ya, gelap.
Masalahnya, pesan sederhana “jangan nanti luka” berubah jadi “jangan nanti sial.” Dari logika, pelan-pelan bergeser ke takhayul.
Ketika “Katanya” Lebih Cepat dari Ilmu
Di sinilah menariknya. Banyak orang lebih takut pada mitos daripada risiko nyata. Gunting kuku malam hari dianggap berbahaya, tapi begadang tiap malam? Santai saja.
Padahal kalau mau jujur, yang lebih berisiko itu bukan waktunya tapi caranya. Gunting kuku sambil ngantuk, sambil scroll HP, atau pakai alat kotor itu yang benar-benar bisa jadi masalah.
Jadi bukan malamnya yang salah. Fokusnya yang perlu diperbaiki.
Perspektif Islam: Tidak Ada Larangan, yang Ada Anjuran
Kalau ditanya dari sisi agama, jawabannya tegas: tidak ada larangan menggunting kuku di malam hari.
Dalam Islam, memotong kuku justru dianjurkan sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan fitrah manusia. Tidak ada dalil shahih yang menyebut waktu tertentu sebagai pantangan. Mau pagi, siang, sore, atau malam semuanya boleh.
Prinsipnya sederhana:
Segala sesuatu itu boleh, sampai ada dalil yang melarang.
Dan dalam hal ini? Dalilnya tidak ada.
Jadi kalau ada yang bilang “jangan, nanti sial,” kemungkinan besar itu bukan suara dalil tapi suara nenek moyang yang dulu hidup tanpa lampu LED.
Logika Sehat: Ini 2026, Bukan Zaman Obor
Sekarang kita hidup di era lampu terang, bahkan ada yang bisa diatur tingkat cahayanya. Mau potong kuku tengah malam pun, asal lampunya nyala, hasilnya tetap presisi.
Dari sisi kesehatan juga sama:
- Gunakan alat bersih
- Pastikan pencahayaan cukup
- Jangan dilakukan saat mengantuk
Selesai. Tidak ada unsur gaib, tidak ada efek samping “nasib buruk.”
Kalau masih merasa was-was, itu bukan karena malamnya tapi karena sugestinya.
Jadi, Masih Mau Takut?
Mitos seperti ini sebenarnya tidak berbahaya… sampai kita mempercayainya tanpa berpikir. Karena dari satu mitos, bisa lahir banyak ketakutan lain yang tidak berdasar.
Hari ini takut gunting kuku malam hari. Besok bisa jadi takut keluar rumah karena “hari kurang baik.” Lama-lama, hidup diatur oleh hal yang tidak jelas sumbernya.
Padahal hidup ini butuh logika, bukan sekadar “katanya.”
Kesimpulan:
Gunting kuku malam hari tidak bikin sial.
Yang bikin masalah itu:
- Gelap (zaman dulu)
- Ceroboh (zaman sekarang)
- Dan percaya tanpa berpikir (sepanjang zaman)
Jadi, silakan potong kuku kapan saja.
Malam, siang, atau subuh sekalian tidak ada masalah.
Karena yang menentukan nasibmu bukan gunting kuku…
tapi cara kamu menggunakan akal sehat. ***












