Scroll untuk baca artikel
LampungWisata

5 Wisatawan Tewas pada Momen Libur Lebaran di Lampung, Terakhir di Kawasan Pulau Pahawang

×

5 Wisatawan Tewas pada Momen Libur Lebaran di Lampung, Terakhir di Kawasan Pulau Pahawang

Sebarkan artikel ini
Seorang wisatawan asal Tangerang tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Pahawang, Rabu (25/3/2026).

PESAWARAN — Seorang wisatawan asal Kota Tangerang, Indriyanti, meninggal dunia saat snorkeling di kawasan Pulau Pahawang, Rabu (25/3/2026). Dengan kejadian ini, total korban tewas akibat insiden laut selama musim libur Lebaran di Lampung mencapai lima orang.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di perairan Desa Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran. Korban diketahui tengah berwisata bersama rombongan berjumlah sekitar 43 orang menggunakan jasa biro perjalanan, didampingi tiga kru.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Secara prosedural, kegiatan wisata terlihat “aman di atas kertas.” Korban bahkan dilaporkan menggunakan jaket pelampung. Namun di lapangan, satu detail kecil justru berujung fatal.

Informasi sementara menyebutkan masker snorkeling korban diduga terlepas saat berada di air. Situasi itu tidak langsung disadari hingga korban ditemukan dalam kondisi mengapung dan tidak bergerak sebuah jeda waktu yang dalam dunia keselamatan laut bisa berarti hidup atau kehilangan.

BACA JUGA :  Sosialisasi Pilkada, Wawalkot Bandarlampung Ngamuk Tantang Lurah Lapor Bawaslu

Rombongan segera melakukan evakuasi menggunakan speedboat menuju Dermaga Ketapang. Korban sempat mendapatkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tidak tertolong.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Restu Bunda. Pihak keluarga memilih tidak dilakukan visum maupun autopsi, dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Di sisi lain, aparat mulai bergerak. Pihak Polairud bersama Syahbandar Ketapang berencana memeriksa agen perjalanan yang menangani rombongan wisata tersebut. Fokusnya jelas: menelusuri apakah prosedur keselamatan sudah dijalankan sesuai standar, atau justru ada celah kelalaian yang luput dari pengawasan.

BACA JUGA :  Kejar-kejaran dengan Polisi, Sales Regulator Gas Ditangkap di Jalinbar

Insiden ini bukan kasus tunggal. Dalam kurun libur Lebaran tahun ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi empat korban tenggelam lainnya di sejumlah wilayah pesisir Lampung.

Satu korban berasal dari Lampung Selatan, sementara tiga lainnya dari Kabupaten Pesisir Barat. Korban terakhir yang ditemukan adalah Syafiq Sahreza (16), yang dievakuasi di Pantai Batu Rame, Kalianda, pada hari yang sama.

Sehari sebelumnya, tiga korban lain M. Alfareza, M. Fuad Abdullah, dan Aulia Ulwan ditemukan di perairan Pantai Mandiri Sejati, Krui Selatan.

Deretan kejadian ini menegaskan satu hal yang sering terlupakan di tengah euforia liburan: laut bukan taman bermain tanpa risiko.

Pulau Pahawang selama ini dikenal sebagai destinasi unggulan snorkeling di Lampung. Air jernih, terumbu karang, dan paket wisata yang terjangkau menjadikannya magnet bagi wisatawan.

BACA JUGA :  Hanya Dua Daerah di Lampung, Diizin KBM Tatap Muka

Namun, meningkatnya jumlah pengunjung tidak selalu diiringi dengan penguatan standar keselamatan. Pengawasan di laut, kesiapan kru, hingga edukasi wisatawan kerap menjadi titik lemah—yang baru disadari ketika insiden terjadi.

Satirnya, dalam banyak kasus, perlengkapan keselamatan sering dianggap cukup hanya dengan “dipakai” tanpa memastikan apakah pengguna memahami cara menggunakannya dengan benar.

Kini, dengan lima korban jiwa dalam satu musim liburan, pertanyaan mendasar kembali muncul, apakah keselamatan wisata sudah benar-benar menjadi prioritas, atau masih sekadar pelengkap dalam paket perjalanan?

Bagi wisatawan, laut tetap indah. Tapi bagi sebagian keluarga, musim liburan tahun ini meninggalkan satu kenangan yang tak akan pernah benar-benar “pulang.”***