Scroll untuk baca artikel
Internasional

Jet Tempur AS Berjatuhan di Iran: F-15 Diklaim Ditembak, Pilot Hilang, Trump Santai Bilang “Ini Perang”

×

Jet Tempur AS Berjatuhan di Iran: F-15 Diklaim Ditembak, Pilot Hilang, Trump Santai Bilang “Ini Perang”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jet tempur F-15 (Foto: REUTERS/Amir Cohen/File Photo Purchase Licensing Rights)

WawaiNEWS.ID – Langit Timur Tengah kian panas, dan kali ini bukan cuma soal suhu. Iran dan Amerika Serikat saling berlomba menemukan bangkai dan awak jet tempur F-15 Eagle milik AS yang jatuh di wilayah Iran.

Pemerintah Teheran mengklaim jet tersebut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara mereka. Sementara itu, media AS melaporkan bahwa pasukan khusus Amerika berhasil menyelamatkan satu dari dua awak pesawat, dengan satu lainnya masih berstatus hilang entah tersesat, bersembunyi, atau sedang berharap sinyal GPS-nya tidak ikut ditembak.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Seorang juru bicara militer Iran menyatakan bahwa jet tempur “musuh” telah dihancurkan di wilayah udara Iran tengah oleh sistem canggih milik Angkatan Udara IRGC.

BACA JUGA :  Memanas! Iran Ancam Inggris: Bantuan ke AS-Israel Bisa Picu Eskalasi Besar di Timur Tengah

“Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung,” ujarnya, dikutip dari AFP, Sabtu (4/4/2026).

Tak hanya itu, Iran juga mengklaim berhasil menjatuhkan pesawat serang A-10 Thunderbolt II di kawasan Teluk. Namun, menurut laporan media AS, pilot pesawat tersebut berhasil diselamatkan menambah daftar “nyaris celaka” di tengah konflik yang makin tak terkendali.

Pihak Komando Pusat Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait insiden jatuhnya F-15. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memastikan bahwa Presiden telah menerima laporan lengkap.

Presiden Donald Trump sendiri merespons dengan gaya khasnya singkat, lugas, dan sedikit “dingin”.

BACA JUGA :  Pembunuh Presiden Haiti Merupakan Tim Komando Terlatih

“Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang,” ujarnya kepada NBC saat ditanya apakah insiden ini akan mempengaruhi negosiasi dengan Iran.

Kalimat yang terdengar sederhana, tapi maknanya jelas: negosiasi jalan terus, peluru juga.

Dalam perkembangan yang terdengar seperti adegan film aksi, seorang reporter televisi Iran di saluran resmi bahkan menyebut siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat AS dalam kondisi hidup akan mendapat “hadiah berharga”.

Di tengah konflik berskala besar, pernyataan ini terasa seperti sayembara bedanya, hadiahnya bukan sekadar trofi, tapi berpotensi memicu eskalasi baru.

Militer AS sebelumnya juga mengakui kehilangan sejumlah pesawat dalam operasi di kawasan, termasuk pesawat tanker yang jatuh di Irak dan beberapa F-15 yang justru ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan sekutu sendiri, termasuk Kuwait.

BACA JUGA :  Hong Kong Dilalap Api: Kompleks Wang Fuk Court Jadi “Ladang Neraka” di Tengah Kota Modern

Dengan kata lain, ancaman di langit tidak hanya datang dari lawan, tapi kadang juga dari “teman sendiri” yang terlalu sigap menarik pelatuk.

Perang besar ini dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan tersebut memicu balasan keras dari Iran dan memperluas konflik ke berbagai wilayah Timur Tengah.

Dampaknya tidak main-main, jalur perdagangan terganggu, harga energi melonjak, dan ketegangan global meningkat. Dunia kini seperti duduk di kursi penumpang tanpa sabuk pengaman menyaksikan dua kekuatan besar saling adu strategi.***