KOTA BEKASI — Pemerintah mulai menggenjot penyerapan tenaga kerja melalui program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 yang resmi dibuka di Kota Bekasi. Program ini tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga membawa janji yang jarang terdengar setegas ini: setengah pesertanya dipastikan langsung terserap ke dunia kerja.
Kick off pelatihan digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Kementerian Ketenagakerjaan dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
“Yang paling penting, 50 persen dari peserta baik offline maupun online sudah ada jaminan untuk bekerja,” kata Yassierli.
Pernyataan ini menjadi penanda pergeseran pendekatan, dari sekadar pelatihan menjadi pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyambut positif program tersebut. Menurut dia, pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan angka pengangguran, terutama di wilayah urban seperti Bekasi yang menjadi kantong tenaga kerja.
“Kami menyambut baik program ini. Diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang cakap dan profesional serta menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Berbeda dari program pelatihan yang kerap berhenti di sertifikat, pemerintah menekankan pentingnya koneksi langsung dengan industri. Para peserta diminta tidak hanya hadir, tetapi benar-benar memanfaatkan pelatihan sebagai pintu masuk ke dunia kerja.
Yassierli mengingatkan peserta agar serius menjalani pelatihan dan memaksimalkan kesempatan belajar dari instruktur yang memiliki jejaring industri.
“Pastikan sertifikat di tangan, dan gali pengalaman sebanyak mungkin dari instruktur,” katanya.***













