Scroll untuk baca artikel
KesehatanTANGGAMUS

Akses Sulit dan Tenaga Terbatas, Puskesmas Martanda Butuh Dukungan Sarana Kesehatan

×

Akses Sulit dan Tenaga Terbatas, Puskesmas Martanda Butuh Dukungan Sarana Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, saat meninjau UPTD Puskesmas Martanda, Kamis (15/10/2026)

TANGGAMUS – Lima petugas di puskesmas induk harus menopang pelayanan kesehatan di wilayah Martanda, Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus. Di tengah keterbatasan personel dan sulitnya akses geografis, Dinas Kesehatan setempat mulai memetakan kebutuhan tambahan tenaga, kendaraan operasional hingga kemungkinan ambulans laut untuk memperkuat pelayanan bagi masyarakat.

Persoalan itu menjadi salah satu fokus kunjungan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, saat meninjau UPTD Puskesmas Martanda, Kamis (15/10/2026). Untuk mencapai wilayah tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan darat dari Kota Agung, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu fiber melalui jalur laut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk mengevaluasi pelayanan yang sudah berjalan, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan yang perlu diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan kesehatan mendatang.

Herry didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Yekti Mulyani dan Kepala Bidang Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.

Sebelum menuju Martanda, rombongan singgah di Pekon Kaur Gading untuk meninjau titik nol pembangunan atau rehabilitasi total Puskesmas Pembantu (Pustu). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan awal pekerjaan, termasuk tenaga kerja, peralatan, dan material yang akan digunakan kontraktor.

BACA JUGA :  Bertambah Satu Kasus Baru Covid-19 di Tanggamus

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki kendala jarak dan transportasi.

Dalam evaluasi di Puskesmas Martanda, Herry mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas induk saat ini berjumlah lima orang. Sementara itu, total terdapat 21 tenaga kesehatan yang tersebar di tujuh pekon, termasuk tujuh bidan desa.

Keterbatasan personel membuat bidan desa turut membantu pekerjaan administratif dan pelaksanaan program puskesmas, di samping menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Menurut Herry, pelayanan di Martanda sudah berjalan dengan status rawat inap. Dokter juga telah tersedia, tetapi masih menunggu terbitnya Surat Izin Praktik (SIP).

“Kita datang ke Martanda ini untuk memastikan pelayanan kesehatan dengan jumlah petugas yang minimal tetap bisa dilaksanakan. Kemudian, kita melihat apa saja kebutuhan pelayanan kesehatan yang perlu diprioritaskan untuk pembangunan kesehatan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Herry.

Ia menyebut kebutuhan kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas petugas dan perangkat tablet untuk penginputan data sebagai sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, penyediaan ambulans laut juga menjadi opsi yang akan dipertimbangkan untuk mendukung pelayanan serta proses rujukan pasien.

BACA JUGA :  Skandal Dugaan Pungli Bansos di Trimodadi, GMBI Lampura Ungkap Temuan Baru

Kebutuhan tersebut, kata dia, akan dikoordinasikan dan diperjuangkan melalui advokasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun DPRD Kabupaten Tanggamus.

Namun, realisasi pengadaan tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kesiapan anggaran operasional agar sarana yang disediakan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Pelayanan sudah berjalan, tetapi masih perlu peningkatan. Masyarakat yang dilayani cukup banyak, sementara aksesnya sulit dan jarak geografisnya jauh,” tambahnya

Di tengah keterbatasan akses, Puskesmas Martanda juga mengandalkan program pelayanan kesehatan bergerak bagi masyarakat di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan dokter spesialis untuk mendekatkan pelayanan yang sulit dijangkau masyarakat.

Salah satu layanan yang diberikan menyasar ibu hamil, termasuk pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) yang dilaksanakan secara gratis.

“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan pelayanan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kandungan, untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Martanda. Pelayanan pemeriksaan, termasuk USG, diberikan secara gratis,” jelas Diana.

Pelayanan tersebut diharapkan membantu ibu hamil memperoleh pemeriksaan dan edukasi lebih dini, sekaligus mendeteksi kemungkinan risiko kehamilan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA :  RSUD CAM Kota Bekasi Jadi Tuan Rumah Workshop Nicu Next Gen 25

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan rujukan, kehadiran dokter spesialis melalui pelayanan bergerak menjadi salah satu upaya mendekatkan akses pemeriksaan medis.

Perjalanan menuju Martanda dimulai dari Kota Agung sekitar pukul 05.00 WIB. Rombongan tiba di Pekon Way Nipah sekitar pukul 06.30 WIB sebelum melanjutkan perjalanan laut sekitar pukul 07.30 WIB.

Kondisi perjalanan tersebut memperlihatkan tantangan yang harus diperhitungkan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir. Mobilitas petugas, pengangkutan pasien, serta distribusi kebutuhan pelayanan memerlukan dukungan sarana yang sesuai dengan kondisi geografis.

Dinas Kesehatan Tanggamus akan menjadikan hasil kunjungan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menyusun prioritas pembangunan kesehatan berikutnya. Kebutuhan tenaga, fasilitas pelayanan, perangkat pendukung, dan transportasi menjadi bagian dari hal yang perlu diperhitungkan.

Bagi Martanda, tantangannya bukan semata memastikan pelayanan tetap buka, melainkan menjaga agar masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Rencana penguatan sarana dan transportasi kini menjadi salah satu kebutuhan yang akan diperjuangkan melalui proses perencanaan dan penganggaran daerah. ***