KOTA BEKASI — Di tengah puing-puing sisa kebakaran yang masih menyisakan trauma, kehadiran wakil rakyat menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, turun langsung menyambangi warga terdampak kebakaran di RW 03 RT 05, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Jumat (3/4/2026).
Kunjungan politisi Golkar ini, bukan sekadar seremoni. Sarwin meninjau langsung kondisi permukiman, berdialog dengan warga, serta menyerahkan bantuan berupa paket sembako, logistik darurat, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
“Kami hadir untuk memastikan warga tidak merasa sendiri. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tapi semoga bisa meringankan,” ujarnya.
Meski bantuan telah disalurkan, fakta di lapangan menunjukkan kebutuhan warga jauh lebih kompleks. Dari hasil dialog, warga masih membutuhkan:
- bahan makanan berkelanjutan
- pakaian layak pakai
- bantuan perbaikan rumah
- hingga kepastian hunian sementara
Selain bantuan materi, Sarwin juga memberikan dukungan moril kepada warga, terutama keluarga yang masih mengalami trauma akibat kebakaran.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan saling membantu. Pesan yang penting—meski bagi korban, kekuatan mental sering kali berjalan beriringan dengan kepastian bantuan nyata.
Sebagai anggota Komisi I DPRD yang membidangi pemerintahan dan pelayanan publik, Sarwin menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Penanganan tidak boleh berhenti di bantuan darurat. Harus ada pemulihan, perbaikan rumah, dan penyediaan hunian sementara,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan terkoordinasi, termasuk dalam penyediaan bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pendampingan bagi korban.
Warga menyambut baik kunjungan tersebut. Salah satu warga terdampak, Bu Manah, mengaku bantuan yang diberikan sangat berarti di tengah kondisi sulit.
“Kami berterima kasih atas kepedulian Pak Sarwin. Bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.
Namun di balik rasa terima kasih itu, tersimpan harapan besar: agar perhatian tidak berhenti di kunjungan, tetapi berlanjut hingga pemulihan benar-benar tuntas.
Hingga kini, proses penanganan masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga medis, hingga relawan.***










