Menjadi ketua senat mahasiswa UGM dan aktif dalam pergerakan sosial politik hingga menyelesaikan master dan program doktornya di Amerika. Anies identik dengan figur yang kuat dalam dalam dunia belajar dan pembelajaran.
Bekal itulah yang membuat Anies berprestasi ketika memasuki lingkungan birokasi. Mendirikan program Indonesia Mengajar dan menjadi rektor Universitas Paramadina, keakraban dengan keilmuan itu yang mengawali karir Anies sebelum memasuki dunia pemerintahan.
BACA JUGA: Bunuh Diri Ala Benny Rhamdani
Dari menteri pendidikan hingga menjabat gubernur Jakarta, Anies menghasilkan karya yang mumpuni. Atas kinerja dan prestasinya di Jakarta, kini Anies menuai dukungan rakyat untuk menjadi presiden. Pemimpin yang begitu dielu-elukan dan dicintai rakyat.
Anies bukan tanpa celah atau kekurangan, sama seperti pemimpin lainnya pasti ada kesalahan sekecil apapun atau kelemahan layaknya manusia yang tak sempurna.
Namun itu tak membuatnya berhenti untuk berbuat yang terbaik, bekerja semaksimal mungkin buat kebaikan rakyat, negara dan bangsa Indonesia. Ada saja upaya berupa isu, intrik dan fitnah yang tak bisa dihindari Anies ketika menjadi pejabat publik.
BACA JUGA: Anies Urung Hadiri Muktamar Al-Isryad di Purwokerto. Kenapa?
Bahkan semasa mengabdi menjadi gubernur Jakarta, manuver dan rekayasa dari kepentingan tertentu yang berlebihan dan memaksakan kehendak. Membuat Anies dengan apapun kebijakannya, selalu menjadi target dan korban politisasi sampai nyaris mengalami kriminalisasi.
Ada gerakan asal bukan Anies, segala cara dilakukan agar Anies tidak menjadi presiden bahkan digagalkan hanya untuk sekedar capres. Sepertinya, dari pelbagai tantangan dan ujian kepemimpinannya, Anies memang dilahirkan untuk rakyat, untuk Indonesia yang maju, modern, beradab dan bermartabat.







