Scroll untuk baca artikel
OpiniZona Bekasi

Anies dan Demokrasi Bau Amis

×

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Sebarkan artikel ini
Yusuf Blegur
Yusuf Blegur

Pilihan sudah dijatuhkan, Anies dengan atitutte dan kesantunan dalam behaviornya, membuat Nasdem kepincut mengusungnya sebagai capres. Babak baru demokrasi yang sehat baru saja melangkahkan kakinya.

Anies yang seiring waktu menjadi figur magnit bagi keinginan dan harapan rakyat untuk menghadirkan negara kesejahtraaan, setidaknya dekat dengan Tidak kemakmuran dan keadilan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Baca juga: Magis Anies

Perlahan tapi pasti, Anies mampu menjadi personal garansi untuk rakyat Indonesia dengan pelbagai prestasi dan penghargaan sebagai gubernur Jakarta. Tidak sekedar maju kotanya dan bahagia warganya, kegemilangan Anies memoles Jakarta menjadi lebih baik sebagai kota modern dan humanis.

Membuat seluruh rakyat kepincut dan mulai meliriknya sebagai pemimpin masa depan. Tak terkecuali partai politik yang secara fundamental dan signifikan melahirkan kepemimpinan nasional.

BACA JUGA :  Tarif MCU Bagi Calon P3K di Kota Bekasi Resmi Ditetapkan Jadi Rp394 Ribuan

Nasdem memang menjadi yang pertama, namun bukan yang terakhir mengusung Anies sebagai capresnya. Masih ada PKS dan Demokrat yang patut diduga jatuh hati pada Anies.

Baca juga: Revolusi dalam Sepiring Nasi

Rakyat akan menunggu PKS dan Demokrat melewati pergolakan batinnya, memilih politik ideal atau politik realitas. Publik harap-harap cemas akan keberanian PKS dan Demokrat menjadi penjaga kemurnian demokrasi yang berkeadaban, mengikuti jejak langkah seperti yang sudah dimulai Nasdem.

BACA JUGA :  Semarak Hari Ibu Dibuka Meriah: Tri Adhianto Ingatkan Warga Bekasi, “Kalau Sayang Ibu, Jangan Cuma Posting di Medsos”

Rakyat, negara, dan bangsa Indonesia, sepertinya akan memasuki masa-masa penentuan akankah demokrasi srmakin tenggelam atau mulai bangkit menemukan jatidirinya.