Mereka yang membeli jabatan dengan uangnya, kemudian menghisap kekayaaan negara sebesar-besarnya dengan menggunakan kekuasaannya. Uang yang membeli dan membangun pencitraan yang sesungguhnya bertolak-belakang dengan realitas dirinya. Harta dan kewenangannya mungkin bisa menjadi bengkel yang dapat memperbaiki rupanya, tapi tak akan mampu mengobati dan menyembuhkan penyakit pikiran dan hatinya.
Tetap menjadi virus berbahaya bagi demokrasi yang sehat, karena orientasi jahat dan distorsi kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Bagus kemasannya sangat buruk isinya, begitulah karakter beberapa capres yang tidak ada dalam figur Anies.
Baca juga: Ketika Bangsa Ini Telanjang
Sekali lagi, isi lebih penting dan utama daripada kemasannya. Isi akan menemukan bentuknya, sebaliknya kemasan yang akan mencari bentuknya. Tak ada kemasan tanpa isinya.Tak sekedar baik di luar, namun bobrok di dalamnya.
Menjual sesuatu yang menarik dan menggoda, namun sejatinya penuh kepalsuan. Berbeda dengan figur Anies yang asli dan genuin, figurnya merupakan fakta bukan citra. Kepribadian Anies yang otentik, yang memiliki karakter dan integritas, jauh dari pencitraan.
Baca juga: Tari Telanjang Badut Politik
Ya, bukan pencitraan yang selama ini bertebaran dalam wujud banyak pemimpin penuh janji dan segudang kebohongan. Keji pula.
Dari pinggiran catatan labirin kritis dan relung kesadaran perlawanan.











