JAKARTA – Kritikan adanya Bantuan Sosial (Bansos) yang dirapel disampaikan Anies Baswedan dalam debat kelima Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, pada Minggu (4/2/2023).
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung soal bantuan sosial (bansos) yang pencairannya dirapel.
“Tujuan bansos untuk penerima bukan pemberi, maka harusnya disesuaikan dengan kebutuhan yang kontinu bukan dirapel. Karenanya (bansos) diberikan sesuai dengan kebutuhan si penerima.”singgung Anies.
Dikatakan jika penerimanya membutuhkan bulan ini ya harus diberikan bulan ini, kalau dibutuhkan 3 bulan lagi ya 3 bulan lagi.
“Tidak usah dirapel semuanya,” ujarnya dikutip dari tayangan YouTube KPU RI.
Anies pun menyebutnya, sebagai bansos tanpa pamrih.
Dia pun mengungkap soal bansos yang harus diberikan tepat sasaran, dan melalui pendataan yang baik, informasi data harus akurat dan mekanisme pemberiannya melalui jalur birokrasi.
“Bukan dibagikan di pinggir jalan, tapi dibagikan langsung di lokasi menggunakan jalur birokrasi,” ungkapnya.
Dirinya juga menekankan bahwa masyarakat miskin prasejarahtera itu tidak boleh terlewat dari pemberian bansos.
“Kami menyusun atas ini bagian dari perubahan, (soal pemberian bansos) angka yang ditingkatkan, dan kaum miskin diberikan bekal pelatihan pendampingan supaya mereka pelan-pelan bisa mandiri dan hidup lebih sejahtera,” imbuhnya.
Anies Kritisi Jokowi
Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis bantuan sosial (bansos) baru berupa bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp200 ribu per bulan dari Januari hingga Maret 2024.
Bansos ini dikucurkan dengan anggaran sebesar Rp11,2 triliun di tengah masa kampanye Pemilu 2024.
Bantuan tunai tersebut, nantinya bakal diberikan sekaligus pada Februari 2024 kepada 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga nantinya masyarakat mendapat Rp 600 ribu seklaigus. Anies pun mengkritik hal tersebut.






