Scroll untuk baca artikel
Ragam

Anti Ngantuk Saat Puasa! Rahasia Kurma–Tempe Bikin Kuat Seharian, Aman untuk Diabetes?

×

Anti Ngantuk Saat Puasa! Rahasia Kurma–Tempe Bikin Kuat Seharian, Aman untuk Diabetes?

Sebarkan artikel ini
Foto: Getty Images/iStockphoto

WawaiNEWS.ID – Ramadan sering datang dengan dua ujian: menahan lapar dan menahan kantuk. Baru masuk jam 10 pagi, mata sudah 5 watt. Badan lemas, kepala berat, kerjaan terasa seperti maraton tanpa garis finis.

Kalau ini terjadi, bisa jadi yang salah bukan puasanya tapi menu sahur dan berbuka Anda.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut ahli gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Ahmad Sulaeman, kombinasi sederhana tapi legendaris justru bisa jadi penyelamat energi Ramadan, kurma dan tempe.

Ya, bukan minuman viral 12 topping. Bukan juga gorengan satu baskom. Tapi dua pangan klasik yang sering kita anggap remeh.

Kenapa Kurma? Sunnah yang Ilmiah

Dalam 100 gram kurma terkandung sekitar:

  • 299 kalori
  • 63,35 gram gula alami
  • 8 gram serat
  • 2,45 gram protein
  • Kalium tinggi

Kurma mengandung fruktosa tingkat kemanisannya lebih tinggi dari glukosa yang membantu memberi rasa kenyang dan energi cepat setelah seharian berpuasa.

BACA JUGA :  Masih Percaya Dukun, Giliran dr. Richard Bahas Kesaktian Gus Samsudin

Secara religius, kurma juga identik dengan sunnah berbuka. Secara ilmiah? Masuk akal.

Artinya, berbuka dengan kurma bukan cuma soal tradisi. Tapi juga strategi energi.

Namun ingat, sunnah itu 2–3 butir. Bukan 2–3 piring.

Tempe: Si Sederhana yang Diam-Diam Superhero

Sekarang mari kita hormati pahlawan lokal: tempe.

Dalam 100 gram tempe segar terkandung sekitar:

  • 200 kalori
  • 18–20 gram protein
  • 8 gram karbohidrat
  • 8–9 gram lemak sehat
  • 14 gram serat
  • Kaya zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, kalium

Kalori kurma memang lebih tinggi. Tapi tempe juara protein.

Protein dan serat inilah yang bikin kenyang lebih lama. Jadi bukan cuma kuat sampai Dzuhur, tapi InsyaAllah tahan sampai Magrib tanpa drama “perut konser dangdut.”

Menurut Prof Ahmad, idealnya porsi tempe lebih banyak, kurma secukupnya. Kombinasi keduanya memberikan energi sekaligus menjaga kestabilan gula darah.

Gula Kurma Aman untuk Diabetes?

Ini pertanyaan sensitif setiap Ramadan.

Prof Ahmad menjelaskan, kurma mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang dapat membantu menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase dua enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi gula.

BACA JUGA :  Mancing Ternyata Baik Buat Kesehatan, Ini Penjelasanya!

Artinya, dalam jumlah wajar (2–3 butir per hari), kurma masih relatif aman bagi pengidap diabetes tentu dengan pola makan seimbang dan kontrol kalori.

Sementara tempe lebih “tenang” lagi:

  • Indeks glikemik rendah
  • Tinggi protein
  • Tidak memicu lonjakan gula darah signifikan

Bahkan konsumsi tempe dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Jadi kalau harus memilih camilan berbuka antara gorengan misterius dan tempe?
Pankreas Anda sudah tahu jawabannya.

Kenapa Kita Tetap Ngantuk?

Karena sering kali yang kita makan saat sahur dan berbuka adalah:

  • Karbohidrat berlebihan
  • Gula tinggi
  • Lemak jenuh
  • Minim protein dan serat

Hasilnya?
Lonjakan gula darah → cepat turun → badan lemas → mata merem melek → niat ibadah ikut redup.

Puasa itu ibadah menahan diri, tapi menu kita sering kali pesta balas dendam.

Menu Kreatif Kurma–Tempe (Biar Nggak Bosan)

Agar tidak monoton, keduanya bisa dikreasikan menjadi:

  • Smoothie kurma–tempe dengan susu kedelai
  • Sandwich tempe panggang isi kurma cincang
  • Tumis tempe dengan potongan kurma
  • Salad tahu–tempe–kurma
  • Energy bowl sahur berbasis kedelai
BACA JUGA :  Plt Wali Kota Bekasi Pimpin Peringatan Hari Santri 2022

Tradisional? Ya.
Gizi? Jelas.
Viral? Mungkin tidak.
Tapi tubuh Anda lebih butuh stabilitas daripada sensasi.

Puasa bukan sekadar menahan lapar. Ia latihan disiplin, pengendalian diri, dan kejernihan jiwa.

Makanan yang kita pilih menentukan kualitas ibadah kita.
Kalau sahur bikin ngantuk, tarawih jadi berat.
Kalau berbuka berlebihan, Subuh jadi taruhan.

Kurma memberi energi cepat.
Tempe memberi daya tahan panjang.

Keduanya mengajarkan keseimbangan: manis secukupnya, protein secukupnya, tidak berlebihan.

Bukankah itu juga pesan utama Ramadan?

Kalau ingin puasa kuat, fokus kerja tetap jalan, ibadah maksimal, dan gula darah stabil lupakan menu heboh yang hanya bikin story Instagram.

Kembali ke yang sederhana.
Kurma dan tempe.

Sunnah bertemu sains.
Tradisi bertemu nutrisi.
Iman bertemu energi.

Ramadan bukan soal seberapa mewah buka puasa Anda.
Tapi seberapa kuat Anda menjalaninya sampai akhir.***