Scroll untuk baca artikel
EkonomiLintas DaerahPertanian

Aprison Pengusaha Muda Asal Merangin, Ingin Membawa Kopi Jangkat Mendunia

×

Aprison Pengusaha Muda Asal Merangin, Ingin Membawa Kopi Jangkat Mendunia

Sebarkan artikel ini
Aprison Pengusaha Muda Asal Merangin, Jambi.

Bisnis aneka sayuran yang dilakoninya sempat merambah beberapa daerah seperti Bangka Belitung, Daik Lingga, Provinsi Kepri, sampai ke Jakarta. Namun itu tak berjalan mulus dia pun sempat mengalami kerugian alias bangkrut hingga ke titik nadir karena ditipu.

Dia pun kembali menjadi petani dan mengalami dimasa sulit, harus mencari langkah baru ditengah modal yang habis untuk memulai usaha baru.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Kopi Robusta Miliki Peluang Cerah, Lampung Harus Ambil Peluang

Aprison pernah merasakan bagaimana susahnya dalam mencari sesuap nasi untuk penyambung hidup sehari-hari. Kondisi itu dirasakan pada tahun  2012, tinggal di rumah papan dan hidup seadanya.

BACA JUGA :  Milenial Kota Bekasi Deklarasi Dukung Gus Muhaimin untuk Presiden 2024

Tapi bukan seorang Aprison jika hanya pasrah dan berdiam diri dengan kondisi itu. Tekad kuat, pantang mundur ia pun kembali bangkit mencoba peruntungan melalui berdagang, ia menghidupkan lagi jaringannya yang telah dibangunnya selama ini.

“Pada 2014, saya kembali membangun bisnis dengan mencoba bisnis kayu manis, perlahan mulai maju dan merambah bisnis biji kopi Robusta. Hingga berjalan waktu mulai menanjak, hingga tahun 2016. Tapi diujung tahun 2016 bisnis saya kembali hancur dan semua habis,” ujarnya.

BACA JUGA: 6 Manfaat Kopi Tanpa Gula, Terakhir Bisa Menjaga Kesehatan Hati

Aprison tahun itu merugi hingga mencapai Rp800 juta lebih, semua harta terjual seperti mobil, semua ludes. Musibah pun datang silih berganti, salah satunya mengalami kecelakaan mobil truk yang dibawanya mengirim barang ditabrak suami isteri hingga meninggal dunia.

BACA JUGA :  Arinal Berharap Ada Inovasi Baru Olahan Kopi Lampung

Ditengah kesulitan ekonomi, musibah pun mendera Ia pun harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang dialami di Lampung Timur, dia berhutang hingga ratusan juta. Namun prinsip ulet, tak putus asa tetap dipegang.