“Saat terpuruk, saya kembali ke basic bertani membuka lahan baru, hingga tidur di kebun berbulan-bulan. Tapi kondisi itu, saya tetap fokus mencari peluang sambil mencicil hutang dari hasil bertani,” papar Aprison.
Prinsip ulet, jeli melihat peluang tak membuatnya sulit berkembang dan kembali mencoba jalur bisnis.
BACA JUGA: 6 Merek Kopi Miliki Kandungan Bahan Kimia Berbahaya
Bermodalkan pengalaman jatuh bangun membuatnya cepat beradaptasi hingga tahun 2020 kembali mencoba jual beli rempah kayu manis yang melimpah di wilayah kelahirannya daerah Jangkat Timur.
Sambil berjalan waktu masuk perlahan dari bisnis jika beli kayu manis, Aprison kembali merambah bisnis biji kopi Robusta khas Jangkat.
BACA JUGA: Gubernur : Saya Tak Larang Kebijakan Import Kopi dan Singkong, Tolong Jangan Masuk Lampung
“Jatuh bangun dalam bisnis, adalah hal biasa. Jangan sampai kegagalan itu membuat kita terpuruk, karena dalam bisnis, ditipu, merugi dan bangkrur hingga ke titik nol, adalah hal biasa dalam menekuni dunia usaha. Itu adalah proses, nikmati saja, “ungkap Aprison.
Menjadi anak petani dibesarkan di tengah mayoritas penduduk sebagai petani tidak sulit baginya untuk mencari relasi dan dekat ke petani. Prinsip dasar, hidup di tengah mayoritas petani kopi, bahan baku hasil bumi melimpah tapi terkendala pada pemasaran.
“Wilayah Merangin terutama di tiga Kecamatan meliputi Jangkat, Jangkat Timur, dan Lembah Mesurai ini dikenal sebagai penghasil komoditas kopi Robusta. Banyak orang dari luar daerah seperti Lampung, Palembang hingga Meda, masuk untuk membeli komoditas kopi khas Jangkat,”Jelasnya.