Scroll untuk baca artikel
Nasional

Arus Mudik Lebaran 2026 ke Sumatera Mulai Bergerak, Hampir 200 Ribu Penumpang Menyeberang dari Banten

×

Arus Mudik Lebaran 2026 ke Sumatera Mulai Bergerak, Hampir 200 Ribu Penumpang Menyeberang dari Banten

Sebarkan artikel ini
Arus mudik 2026 di Pelabuhan Ciwandan (Dok. Humas)

Jakarta – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan “ototnya”. Ribuan kendaraan dan ratusan ribu pemudik sudah bergerak meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera. Jika arus mudik diibaratkan lomba lari, maka pekan ini para pemudik sudah mulai meninggalkan garis start dan sebagian bahkan sudah sprint.

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, sejak H-10 hingga H-7 Lebaran 2026, sebanyak 199.011 penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui tiga pelabuhan utama di Banten: Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menariknya, jumlah penumpang sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 202.791 orang. Penurunannya tipis sekitar 1,9 persen yang dalam bahasa statistik bisa disebut “turun, tapi tidak dramatis”.

BACA JUGA :  Pemerataan Ekonomi Pesisir, Pedaratan Ikan di Pelabuhan Harus Diatur

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, penurunan jumlah penumpang tersebut tidak serta-merta menunjukkan sepinya arus mudik. Justru sebaliknya, jumlah kendaraan malah meningkat signifikan.

“Total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 49.026 unit, atau naik 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.393 unit,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Kendaraan Melonjak, Pelabuhan Mulai “Berdenyut”

Lonjakan kendaraan ini menjadi sinyal bahwa arus mudik mulai masuk fase pemanasan. Banyak pemudik tampaknya memilih berangkat lebih awal mungkin untuk menghindari drama klasik: macet panjang, antre kapal, atau sekadar demi menikmati kampung halaman lebih lama.

Pada 14 Maret 2026 (H-7 Lebaran) saja, aktivitas penyeberangan terlihat melonjak. Tercatat 164 trip kapal beroperasi dengan jumlah penumpang mencapai 72.735 orang. Angka ini naik tajam 52,7 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 47.630 orang.

BACA JUGA :  Peneliti LIPI: Korban Kerusuhan 22 Mei Bukan Ulah Polisi

Lonjakan paling mencolok justru datang dari kendaraan.

Rinciannya:

  • Sepeda motor: 2.756 unit (naik 30,3%)
  • Mobil pribadi: 10.365 unit (melonjak 73,8%)
  • Truk logistik: 3.352 unit (melejit 95%)
  • Bus penumpang: 594 unit (naik 17,6%)

Secara keseluruhan, pada H-7 tercatat 17.067 kendaraan menyeberang dari Jawa menuju Sumatera. Jumlah ini melonjak 65,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 10.302 unit.

Mudik: Tradisi Tahunan yang Selalu Penuh Cerita

Fenomena ini menunjukkan satu hal yang selalu konsisten setiap tahun: mudik tidak pernah benar-benar sepi. Sekalipun angka penumpang turun tipis, kendaraan tetap memadati pelabuhan.

BACA JUGA :  Simpang Siur Informasi Penutupan Pelabuhan, Ratusan Penumpang Telantar di Merak

Bagi sebagian orang, mudik adalah ritual tahunan penuh rindu. Bagi sebagian lainnya, mudik adalah uji kesabaran nasional dari antre tiket, kemacetan, hingga mencari kapal yang belum penuh.

Namun satu hal pasti: semakin mendekati Lebaran, pelabuhan-pelabuhan penyeberangan di Banten akan semakin sibuk, dan kapal-kapal feri akan bekerja seperti “taksi laut raksasa” yang hilir mudik tanpa henti.

Jika tren ini terus berlanjut, maka dalam beberapa hari ke depan arus mudik menuju Sumatera diperkirakan akan semakin padat, terutama saat memasuki puncak mudik.

Dan seperti biasa, jutaan orang akan kembali membuktikan satu tradisi yang tidak pernah berubah di Indonesia:
sejauh apa pun perjalanan, kampung halaman selalu punya magnet yang tak tertandingi.***