Scroll untuk baca artikel
Opini

Bagi Jokowi, Presiden Ganjar Tinggal Menunggu Tanggal Pilpres Saja

×

Bagi Jokowi, Presiden Ganjar Tinggal Menunggu Tanggal Pilpres Saja

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo melantik Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023 di Istana Negara. (Foto: Antara)

Di atas kertas, iya. Ganjar dipastikan menang. Mana mungkin kalah. Didukung PDIP, Jokowi, Luhut Panjaitan, oligarki bisnis, dan semua instrumen penegak hukum. Anda mau mengalahkan Ganjar?

Hanya Tuhan yang bisa menggalkan Ganjar. Itu pun kalau Anda punya iman, termasuk iman tentang takdir. Sejauh ini tampaknya Jokowi tak mengenal konsep takdir, khususnya takdir kekalahan Ganjar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Mahfud MD Bagai Duri Dalam Daging, Tapi Tak Mudah Dipecat

Jokowi percaya persiapan untuk menjadikan Ganjar presiden ke-8, sudah final. Seperti ditulis Prof Denny Indrayana dalam artikel panjang tentang “pengaturan Ganjar presiden RI”, persiapan untuk memenangkan Ganjar memang sudah sangat matang. Semua orang yang berkepentingan dengan kelanjutan kekuasaan Jokowi lewat tangan Ganjar telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan.

BACA JUGA :  Segera Audit Forensik Peralatan dan Sistem KPU

Dana besar dijamin tersedia. Tak berseri pula lagi. Dari mana dana ini? Jawabannya: pantas diduga dari kelompok oligarki penindas rakyat. Kebanyak mereka adalah perampok kekayaan negara. Pokoknya, uang mereka selalu menumpuk di bumi Kalimantan, di tanah Morowali, di Papua, di Sumatera, dll. Mungkin juga ada sokongan dari luar.

BACA JUGA: Lenyapkan Mafia Tanah Melalui Adu Data Secara Terbuka

BACA JUGA :  Bertemu Megawati, Ketum PAN Akui Tak Bahas Erick Thohir

Untuk mainan para pegawai Kementerian Keuangan saja bisa Rp349 triliun. Lain lagi Rp189 triliun dari ekspor emas. Apalah artinya dana pilpres Ganjar Rp100 triliun, misalnya. Kecil ini, kawan.

Jadi, duit besar dan semua pemegang kekuasaan siap memuluskan Ganjar menuju Istana. Sekali lagi, tinggal menunggu hari pilpres 2024 saja. (*)