JAKARTA – Pemerintah memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional aman sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026. Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, bahkan meminta masyarakat untuk tidak panik dan memborong BBM di SPBU, karena stok dipastikan cukup.
“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idulfitri semuanya terjamin,” kata Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Pernyataan ini sekaligus meredakan kekhawatiran publik yang belakangan mulai ramai membahas kemungkinan gangguan pasokan energi, terutama setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik.
Menurut Bahlil, kondisi pasokan BBM dalam negeri saat ini masih terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying yang justru dapat menimbulkan antrean panjang di SPBU.
“Tidak perlu ada panic buying,” ujarnya singkat.
Selain menjamin stok, pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Lebaran 2026.
Kepastian tersebut diharapkan mampu menenangkan masyarakat yang biasanya mulai sensitif terhadap isu energi menjelang musim mudik.
“Sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” kata Bahlil.
Namun, untuk BBM non-subsidi, pemerintah belum memberikan kepastian apakah akan mengalami penyesuaian harga atau tidak.
Pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait dampak kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap harga jual BBM di dalam negeri.
“Kita sedang melakukan langkah-langkah yang komprehensif,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga juga memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran sekitar 21 hari pasokan operasional.
Jumlah tersebut merupakan stok normal yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok operasional yang secara normal dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” ujarnya.
Menurutnya, stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui produksi kilang dalam negeri maupun impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya.
Pertamina juga memiliki sistem rantai pasok energi terintegrasi yang mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengadaan minyak mentah, pengolahan di kilang, hingga distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
Sistem tersebut dirancang untuk memastikan ketersediaan energi tetap stabil, bahkan ketika permintaan meningkat seperti pada periode Ramadan dan Lebaran.
Dengan mekanisme top-up stok yang terus berjalan, distribusi BBM ke berbagai daerah diharapkan tetap lancar.
Meski pemerintah dan Pertamina berulang kali memastikan pasokan aman, pengalaman menunjukkan satu hal yang sering terjadi menjelang Lebaran, ketika isu kelangkaan muncul, antrean di SPBU biasanya ikut memanjang.
Padahal, seperti yang ditegaskan pemerintah, stok BBM bukan masalahnya.
Yang sering menjadi persoalan justru kepanikan yang datang lebih cepat daripada informasi yang benar.
Karena dalam urusan energi, seperti juga dalam kehidupan sehari-hari, yang paling cepat habis sering kali bukan stoknya melainkan rasa tenangnya.***












