TANGGAMUS – Suasana tenang di area perkebunan kopi di Kecamatan Ulu Belu mendadak berubah menjadi duka, Rabu siang (8/4/2026). Seorang balita berusia 3 tahun, Ahmad Alwi, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam penampungan air yang berada di sekitar kebun.
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban ikut bersama kedua orang tuanya yang tengah bekerja sebagai buruh petik kopi. Di tengah aktivitas tersebut, pengawasan terhadap korban diduga lengah, hingga akhirnya berujung petaka.
Menurut keterangan pihak kepolisian dari Polsek Pulau Panggung, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar gubuk kebun. Bahkan, pemilik kebun sempat menghampiri dan memberi jajanan sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sekitar satu jam kemudian, suasana mendadak berubah panik. Pemilik kebun yang kembali melintas terkejut melihat tubuh kecil korban sudah mengambang di dalam bak penampungan air sedalam kurang lebih 60 sentimeter.
Teriakan histeris pun pecah, memanggil orang tua korban dan para pekerja lain. Mereka bergegas mengevakuasi korban dari dalam air dan berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin.
Korban langsung dibawa menggunakan sepeda motor ke tenaga medis terdekat. Namun, harapan itu pupus. Setelah diperiksa, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Peristiwa ini murni musibah,” ungkap pihak kepolisian, usai melakukan identifikasi, Rabu (9/4/2026).
Keluarga korban pun menerima kejadian memilukan tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Pekon Gunung Sari untuk dimakamkan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua, terutama yang bekerja di lingkungan berisiko seperti perkebunan. Area seperti kolam penampungan air yang tampak sepele, nyatanya bisa menjadi ancaman serius bagi anak-anak jika tidak diawasi dengan ketat.
Duka mendalam kini menyelimuti keluarga kecil itu, sebuah kehilangan yang terjadi begitu cepat, di tengah rutinitas yang semula terasa biasa saja.













