TANGGAMUS – Cuaca birokrasi di Kabupaten Tanggamus tampaknya lebih sering diguyur “hujan mutasi” daripada hujan musim barat. Hingga Maret 2026, tercatat sedikitnya 148 pejabat telah mengalami pergeseran jabatan sejak kepemimpinan Moh. Saleh Asnawi dimulai.
Gelombang terbaru terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, saat Bupati kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan 47 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Ini menjadi mutasi perdana pada tahun 2026 sekaligus menambah panjang daftar rotasi pejabat di baru setahun lebih sebulan ini.
Pelantikan tersebut didasarkan pada sejumlah keputusan bupati, antara lain:
- Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 tentang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama
- Nomor 800.1.3.3/687/45/2026 tentang Pejabat Administrator dan Pengawas
- Nomor 800.1.3.3/690/45/2026 tentang Jabatan Fungsional Analis SDM
- Nomor 800.1.3.3/380/45/2026 tentang Jabatan Fungsional Guru
Seperti lazimnya setiap musim rotasi pejabat menjelang Idulfitri, pelantikan kali ini juga dibungkus dengan narasi klasik, percepatan reformasi birokrasi, penguatan kinerja aparatur, hingga strategi besar transformasi ekonomi daerah.
Bedanya, kali ini ada bumbu tambahan, hilirisasi sumber daya alam.
Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa Tanggamus tidak boleh terus menjadi sekadar daerah penghasil bahan mentah.
Selama ini, komoditas unggulan seperti kopi dan kakao kerap meninggalkan Tanggamus dalam bentuk mentah untuk diolah industri di Pulau Jawa.
“Sekarang saatnya kita perlahan mengubah haluan. Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak ingin lagi melihat hasil laut dan bumi kita hanya lewat,” ujar Saleh Asnawi.
Menurutnya, jika pengolahan dilakukan di daerah sendiri, nilai tambah ekonomi akan meningkat sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dengan kata lain, jika selama ini kopi Tanggamus hanya “numpang lewat” sebelum berubah menjadi produk mahal di kota lain, pemerintah daerah ingin memastikan nilai tambahnya tinggal di rumah sendiri.
Selain soal hilirisasi, Bupati juga menyoroti pola kerja birokrasi yang dinilai masih terlalu menunggu.
Ia meminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya menanti anggaran daerah turun dari langit APBD.
“Jangan hanya menunggu anggaran turun di meja. Kita harus jemput bola. Bangun koordinasi dengan kementerian untuk mengakses Dana Alokasi Khusus maupun Dana Insentif Daerah,” tegasnya.
Pesannya sederhana: birokrasi tidak boleh hanya menjadi penjaga berkas, tetapi juga harus menjadi pemburu peluang anggaran.
Diklaim Transparan dan Berbasis Sistem Merit
Saleh Asnawi juga menegaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan dilakukan melalui seleksi terbuka berbasis sistem merit sesuai amanat Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2023.
Ia memastikan para pejabat yang dilantik telah melalui proses penyaringan yang ketat dan bebas dari praktik transaksional.
Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik
Sebanyak 9 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dilantik, di antaranya:
- Rully Runa Yuda – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
- Jon Novri – Asisten Administrasi Umum
- Ivan Kurniawan – Kepala BKPSDM
- Nanang Sumarlin – Kepala Badan Pendapatan Daerah
- Luberto Fabioca – Kepala Dinas PPPA, Dalduk, dan KB
- Viktor Libradi HS – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Aria Resukia – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Marhasan Samba – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Sabar Marulak Sitanggang – Kepala Dinas Perhubungan
Selain itu, turut dilantik:
- 13 pejabat administrator (Eselon III)
- 16 pejabat pengawas (Eselon IV)
- 9 pejabat fungsional, mulai dari analis SDM, analis hukum, hingga guru.
Rekap “Banjir Mutasi” di Era Saleh Asnawi
Berdasarkan penelusuran data pelantikan pejabat di Pemkab Tanggamus, rotasi jabatan dalam dua tahun terakhir cukup intens.
1. April 2025
- Jumlah: 5 pejabat
- Keterangan: Penataan awal birokrasi.
2. 17 September 2025
- Jumlah: 21 pejabat
- Keterangan: Rotasi pejabat manajerial dan non-manajerial, termasuk kepala dinas.
3. 2 Desember 2025
- Jumlah: 75 pejabat
- Keterangan: Mutasi besar-besaran pejabat administrator dan pengawas, termasuk pergantian camat serta demosi beberapa kepala dinas.
4. 6 Maret 2026
- Jumlah: 47 pejabat
- Komposisi:
- 9 pejabat Eselon II
- 13 pejabat Eselon III
- 16 pejabat Eselon IV
- 9 pejabat fungsional
Rekapitulasi Total
| Tahun | Jumlah Mutasi | Total Pejabat |
|---|---|---|
| 2025 | 3 kali | ±101 pejabat |
| 2026 | 1 kali | 47 pejabat |
| Total | 4 kali mutasi | ±148 pejabat |
Jika rotasi pejabat diibaratkan pertandingan sepak bola birokrasi, maka era kepemimpinan Saleh Asnawi yang memasuki tahun keduadi Tanggamus bisa disebut musim transfer pemain yang cukup aktif.
Namun di balik perpindahan kursi tersebut, pemerintah daerah berharap ada perubahan nyata, birokrasi lebih gesit, ekonomi daerah naik kelas, dan komoditas unggulan tidak lagi hanya menjadi penonton di rumah sendiri.***













