WAWAINEWS – Entitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Lampung membuat beberapa wilayah setempat terendam banjir. Salah satunya wilayah Kabupaten Lampung Timur di kepung banjir.
Selain merendam pemukiman serta mengakibatkan jalur terputus banjir juga merendam lahan pertanian warga. Wilayah Sekampung Udik jadi salah satu lokasi terparah lahan pertanian di daerah aliran sungai (DAS) Way Sekampung habis terendam banjir.
Pantauan Wawai News, terparah terjadi di wilayah Sekampung Udik seperti di Desa Gunung Agung, dua dusun di wilayah itu terisolir, Sementara di Desa Gunung Sugih Besar, lahan pertanian warga seperti jagung ikut terendam diperkiraan ratusan hektar lahan di pertanian warga di desa tersebut gagal panen.
“Diperkirakan lebih dari 100 hektar lahan pertanian mayoritas isi jagung sebentar lagi panen terendam banjir. Banyak petani merana termasuk saya,”kata Salman petani di Desa Gunung Sugih Besar, Sabtu (11/12/2021).
Salman mengaku memiliki lahan seluas satu hektaran berisi jagung sekarang ikut terendam banjir luapan dari Way Sekampung.
Diketahui bahwa banjir di Lampung Timur merendam beberapa wilayah hingga memutus akses kecamatan Purbolinggo dan Raman Utara. Banjir juga merendam lahan pertanian warga di wilayah setempat.
Kekinian banjir luapan dari Sungai Batanghari di kecamatan Way Bungur (Lamtim) mengakibatkan Puluhan Hektar Sawah dan puluhan rumah terendam.
Banjir dengan kedalamaan air lebih dari 4 meter berada di desa Tanjung Tirto yang berdekatan langsung dengan sungai tepatnya di dusun Bungur dermaga penyebrangan
“iya pak beberapa rumah hanya terlihat atapnya bahkan Rumah panggung (tinggi) saja air sampai masuk kedalam rumah, kalau area persawahan yang rata rata baru tanam habis semua terendam air yang diperkirakan lebih dari 4 meter” ujar Rahmat warga desa Tanjung tirto (11/12/21)
Banjir tersebut juga membuat Akses penghubung antara desa Kali pasir dan Tanjung Tirto terhenti,sementara bantuan masih hanya berupa bantuan Tenaga.
” Bantuan Obat – obatan, Selimut dan lain sebagainya belum, baru dari kemarin sampai tadi malam hanya bantuan tenaga, evakuasi warga untuk mengungsi dari BPBD, Organisasi Pemuda dan Pemerintah desa,” tambah Rahmat.(*)