Scroll untuk baca artikel
AdvertorialParlementaria

Banyak Pengemplang Pajak, Alit Jamaludin Desak Bapenda Kota Bekasi Lebih Tanggap

×

Banyak Pengemplang Pajak, Alit Jamaludin Desak Bapenda Kota Bekasi Lebih Tanggap

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin - foto doc ist
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin - foto doc ist

KOTA BEKASI – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap sektor usaha yang berpotensi menimbulkan kebocoran pajak.

Ia mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar lebih sigap dan tidak terkecoh dengan laporan semu pelaku usaha.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kuat dugaan banyak pelaku usaha yang mengemplang pajak. Ini menandakan lemahnya pengawasan dari pemerintah. Kalau dimaksimalkan, pendapatan asli daerah (PAD) kita bisa jauh melampaui target,” ujar Alit, Senin (9/6/2025).

BACA JUGA :  Pemkab Lampung Timur Berikan Santunan Rp500 ribu Setiap Warganya Meninggal 

Pada tahun 2025, target PAD Kota Bekasi memang mengalami peningkatan menjadi Rp6,7 triliun. Namun menurut Alit, potensi capaian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi jika kebocoran dari sektor pajak, seperti restoran dan kafe, dapat diminimalisir.

“Saya menerima beberapa laporan dari masyarakat, bahwa ada kafe yang tidak mencantumkan pajak pada struk pembelian. Padahal, kafe tersebut besar dan ramai pengunjung. Jika pendapatannya bisa mencapai Rp30 juta per hari, maka ada kebocoran yang seharusnya disetorkan, tapi justru diabaikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kota Bekasi Tunjukkan Komitmen Global di Forum Zero Waste Asia Pasifik: Dorong Inovasi Menuju Kota Bebas Sampah

Alit menegaskan bahwa pengemplangan seperti itu tidak bisa dibiarkan. Ia mencontohkan struk dari salah satu kafe ternama yang tak mencantumkan pajak makanan, yang seharusnya menjadi komponen wajib dalam pungutan pajak daerah.

“Ini jelas kecolongan. Harus ada langkah tegas,” katanya.

Ia pun mendorong Bapenda Kota Bekasi untuk lebih aktif melakukan inspeksi dan audit ke lapangan, terutama di sektor kuliner yang pertumbuhannya pesat.

BACA JUGA :  Gagal Lelang Tiga Kali, Komisi IV DPRD Kota Bekasi Bakal Panggil Dirut RSUD Pondok Gede

“Komisi III DPRD mendorong Bapenda untuk meningkatkan pengawasan langsung ke restoran dan kafe. Jangan sampai PAD kita bocor hanya karena kelalaian atau pembiaran,” tutup Alit.***