Scroll untuk baca artikel
Politik

Bawaslu Akui Sudah Terima Pengaduan Terkait Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Bekasi Timur

×

Bawaslu Akui Sudah Terima Pengaduan Terkait Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Sodikin Komisioner Bawaslu Kota Bekasi
Sodikin Komisioner Bawaslu Kota Bekasi

BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi akui telah menerima pengaduan terkait dugaan adanya penggelembungan suara yang terjadi ditingkat PPK Bekasi Timur.

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Muhamad Sodikin, masyarakat datang bersama-sama untuk melaporkan hal ini.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Mereka membawa bukti-bukti berupa rekaman Sirekap dan video,” tuturnya kepada awak media, Senin (4/3/2024).

BACA JUGA :  Mahfud MD Kecut Hadapi Dua Parpol Besar Penerima Uang Korupsi BTS?

Dikatakan terkait adanya dugaan penggelembungan suara hingga mencuat dan menggemparkan itu, dapat mencakup tiga aspek: administratif, etik, dan tindak pidana.

Namun demikian, lanjut Sodikin, Bawaslu Kota Bekasi akan memulai kajian awal selama dua hari ke depan untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kasus ini dilaporkan oleh ketua PPK. Setelah kajian awal, kami akan meminta keterangan dari semua pihak terkait,” tambahnya.

BACA JUGA :  Joko Santoso Pastikan Bakal Ambil Formulir Pendaftar PAN untuk Pilkada Tanggamus

Diketahui kasus dugaan penggelembungan suara mencuat usai sidak Komisi I DPRD Kota Bekasi di PPK Bekasi Timur kemarin.

Gregi Thomas dari Divisi Teknis PPK Kecamatan Bekasi Timur dihadapan anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi mengakui ketidaksesuaian data suara pileg dalam aplikasi Sirekap.

Ia menjelaskan bahwa ada dua jenis aplikasi Sirekap, yang dikendalikan oleh Ketua PPK dan anggota PPK.

BACA JUGA :  DPRD Tanggamus Diminta Menolak Kenaikan BBM

Gregi menambahkan bahwa ketua PPK tidak hadir di kecamatan selama beberapa hari, yang mengakibatkan kegiatan edit dan perbaikan tanpa pengawasan.

“Kami tidak mengetahui jika terjadi penggelembungan suara,” ungkapnya.

Thomas juga mengungkapkan bahwa atasan mereka mematikan semua akun tanpa sepengetahuan anggota PPK, yang diakui staf teknis KPU Kota Bekasi atas perintah ketua PPK.***