LAMPUNG TIMUR – Jalan pedesaan kembali jadi arena horor. Di Dusun 2, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik (Sekudik), Lampung Timur, kawanan begal beraksi secara brutal pada Kamis (11/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban, Sutadi (62), warga Desa Pugung Raharjo, baru saja pulang menengok lahan peladangan. Namun, niat baiknya berubah jadi mimpi buruk.
Ia disambut tiga begal yang tak hanya nekat, tapi juga brutal bacokan golok melayang membabi buta, meninggalkan luka di punggung dan tangan hingga satu jarinya terputus.
Ironi pun terjadi. Sutadi yang mencoba bertahan dengan menangkis serangan malah harus kehilangan satu jari.
Sementara pelaku, yang seolah tak puas hanya dengan darah, juga menggondol sepeda motor Honda Beat milik korban.
Kepala Desa Bauh Gunung Sari, Kabul, dikonfirmasi media ini, membenarkan insiden tersebut. “Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Luka bacoknya cukup parah,” ujarnya singkat.
Fenomena begal di Lampung bukan lagi cerita musiman, tapi seperti “sinetron berseri” tanpa jeda iklan. Warga khawatir, polisi seolah sibuk dengan konferensi pers, sementara jalanan terus jadi panggung para kriminal.
Sampai kapan rakyat kecil harus jadi ATM berjalan bagi begal? Apakah menengok kebun atau pulang kerja kini harus pakai rompi anti peluru dan kawalan Brimob?.
Warga resah, aparat diminta serius memberantas kejahatan jalanan.***







