Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Bronjong Ala Sulap di Tanggamus: Tinggi Kurang, Batu Palsu, Plang Pun Menghilang?

×

Bronjong Ala Sulap di Tanggamus: Tinggi Kurang, Batu Palsu, Plang Pun Menghilang?

Sebarkan artikel ini
Proyek Beronjong di Way Ngarip, Padangratu, Wonosobo, Tanggamus - foto Ruslan

TANGGAMUS — Proyek pembangunan bronjong penahan air di Way Ngarip, Pekon Padang Ratu, Wonosobo, Tanggamus, menuai kekecewaan warga. Bukan karena proyeknya jelek meski memang jelek tetapi karena terlalu banyak kejanggalan yang membuat warga bertanya: ini proyek penahan banjir atau pertunjukan sulap?

Spesifikasi 50 cm, Realisasi 43 cm: Diskon Bukan pada Tempatnya

Hasil investigasi lapangan menunjukkan ketinggian beronjong seharusnya 50 cm, namun di lokasi hanya 43 cm. Entah salah ukur, salah niat, atau memang proyeknya sedang menjalankan promo “hemat 7 cm”.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA
ukuran Bronjong ketinggiannya hemat 7 CM

Warga: Ini Proyek Siluman, Bukan Pekerjaan Manusia Normal

Warga dan tokoh adat Pekon Padang Ratu yang ditemui Rabu (3/12/2025) dengan tegas menyebut proyek ini sebagai proyek siluman.

BACA JUGA :  Dua Bintang Muda SMP Al Qolam Bersinar di Liga Pelajar Futsal Tanggamus 2025

Alasannya sederhana:

  1. Tidak ada plang proyek.
    Tidak ada anggaran, tidak ada volume kerja, tidak ada nama pelaksana lengkap seperti proyek yang tidak ingin diketahui.
  2. Batu pengisi beronjong disulap.
    Secara kasatmata batu bagian luar tampak besar dan kokoh. Namun menurut warga, jika dibongkar, bagian dalamnya diisi batu kerikil kecil, semacam “kemasan premium, isi ekonomis”.

“Itu disulap namanya! Luar besar, dalamnya kecil-kecil,” kata seorang warga dengan nada kecewa dan sedikit trauma.

Salah satu warga mengaku sangat kecewa. Bukan karena menolak pembangunan, tapi karena mereka diberi harapan palsu.

BACA JUGA :  Wah! MBG Anak SD di Tanggamus Rasa “Cemal-Cemil”, Buah Naga Nyaris Busuk dan Susu Mini Jadi Asupan Gizi Siswa Sepekan

Padahal warga di sekitar area persawahan awalnya senang: Akhirnya ada tanggul penahan banjir yang katanya bisa melindungi sawah mereka. Nyatanya?

“Harapan itu pupus seketika. Pengerjaannya asal-asalan, jelas merugikan pemerintah yang kasih dana, dan merugikan kami yang butuh perlindungan,” ujarnya.

Warga mengingatkan bahaya terbesar: jika banjir datang dan beronjong abal-abal itu jebol, sawah mereka akan terendam. Padahal padi sudah dikeringkan dan siap panen dalam dua bulan.

“Kalau tanggul jebol, habis semua padi kami,” keluh warga.

Apalagi posisi tanggul berada di tikungan aliran air titik yang secara teknis membutuhkan konstruksi paling kokoh, bukan paling hemat batu.

BACA JUGA :  Miris! Swadaya Rakyat di Tengah Pembiaran, Jalan Lingkar Tanggamus Akhirnya Ditambal Warga

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan: Jangan Hanya Percaya Laporan Kertas Mulus

Warga meminta pemerintah provinsi, kabupaten, serta pihak-pihak berwenang lain melakukan kroscek langsung ke lapangan.

Mereka mendesak agar beronjong yang sudah tersusun rapi itu dibongkar ulang demi membuktikan kualitasnya.

“Jangan cuma lihat berkas laporan yang mulus. Datanglah lihat langsung. Di lapangan, itu proyek sudah jelas menyimpang dan merugikan kita semua.”pungkas warga.

Hingga saat ini, awak media ini telah mencoba mencari pelaksana proyek bronjong Way Ngarip, namun belum berhasil. ***