Scroll untuk baca artikel
Pertanian

Budidaya Jahe Merah, Lahan Sempit Untung Melejit

×

Budidaya Jahe Merah, Lahan Sempit Untung Melejit

Sebarkan artikel ini
Danil warga Dusun 6, Desa Gunung Sugih Besar, budidayakan jahe merah di lahan terbatas berpenghasilan melejit (f. Abu umar)

wawainews.ID, Lamtim – Usaha budidaya jahe merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang cukup populer dan menguntungkan. Perawatannya mudah, tak perlu lahan luas tapi memberi keuntungan melejit.

Hal tersebut dimanfaatkan Danil Syaputra (24), warga Dusun 6, Desa Gunung Sugih Besar, Sekampung Udik, Lampung Timur. Dia membuat terobosan menanam jahe di pekarangan rumahnya menggunakan media polybag.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dari satu kantong polybag setelah panen menghasilkan jahe merah seberat 1,5 Kilogram, sekilo harga Rp17 ribu,”ungkap Danil pemuda desa kreatif tersebut, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya perawatan jahe merah cukup mudah. Melalui cara sederhana Danil mengaku satu polybag hanya mengeluarkan modal Rp2500, dan dia hanya menggunakan pupuk kandang yang banyak terdapat di desa setempat.

Tapi, dia mengakui saat ini perawatannya harus ekstra karena tiga bulan kemarau. Dia harus menyiram setiap hari jika telat dikhawatirkan diserang hama virus.

“Perawatan ekstra sebenarnya tiga bulanan, agar perkembangannya maksimal. Dan panen setelah umur sembilan bulan,”tukasnya.

Dia mengaku, budidaya jahe merah Danil masih bisa fokus dengan pekerjaan lain. Dia menganggap budidaya jahe merah sebagai penghasilan tambahan.

Nah lho, tertarik kan budidaya jahe merah, karena di pedesaan banyak lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi media tanam. Tidak harus menggunakan polybag.(Abu Umar)