TANGGAMUS — Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, resmi melantik lima Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Pekon terpilih dalam prosesi yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupa Tama) Kantor Bupati Tanggamus, Jumat (13/02/2026) pukul 13.30 WIB.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan kepemimpinan baru di tingkat pekon yang diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik dan pembangunan desa.
Adapun lima PAW Kepala Pekon yang dilantik berasal dari lima kecamatan berbeda:
- Hadi Hari Yanto E – Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan
- Yukharizal Okta – Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung
- Mostoni – Pekon Sukamerna, Kecamatan Gunung Alip
- Erwin Pauji – Pekon Srimenganten, Kecamatan Pulau Panggung
- Mulyono – Pekon Pagar Alam, Kecamatan Ulu Belu
Mereka akan melanjutkan masa jabatan periode 2021–2029 dan 2022–2030 sesuai ketentuan yang berlaku.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanggamus, para camat dari lima kecamatan terkait, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Kehadiran lintas unsur ini menjadi simbol dukungan kolektif terhadap kepemimpinan pekon yang baru.
Dalam sambutannya, Bupati Moh. Saleh Asnawi menekankan pentingnya adaptasi cepat dan kerja nyata. Menurutnya, kepala pekon adalah ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala pekon bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang menuntut integritas, transparansi, dan kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten.
“Sinergi antara pemerintah pekon dan pemerintah daerah sangat penting dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Tanggamus,” tegasnya.
Pelantikan PAW sering kali terjadi karena dinamika tertentu di tingkat desa. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kepemimpinan baru mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan pelayanan tidak terganggu.
Di era tuntutan keterbukaan dan percepatan pembangunan, kepala pekon dituntut tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga mengelola potensi ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga harmonisasi sosial.
Dalam konteks ini, pelantikan lima kepala pekon menjadi momentum evaluasi sekaligus pembaruan energi pemerintahan desa. Mereka menunggu perubahan nyata: jalan yang lebih baik, pelayanan administrasi yang cepat, serta program pemberdayaan yang benar-benar terasa.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan dan fasilitasi kepada seluruh pekon, demi mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan pelantikan ini, babak baru kepemimpinan di lima pekon resmi dimulai. Tantangannya jelas: membuktikan bahwa amanah yang diucapkan dalam sumpah jabatan benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan.***













