WAWAINEWS.ID – Nuzulul Qur’an, Ulama ahli hadits Buya Arrazy Hasyim dalam satu kajiannya mengemukakan mengenai waktu turunnya Al-Qur’an kitab suci umat Islam itu apakah benar pada malam 17 Ramadhan.
Ia menyebutkan bahwa penurunan al-Qur’an wahyu Allah, mengenai waktu ditemukan dua tradisi di kalangan umat islam terutama ulamanya.
“Secara umum kita dari kecil dari guru-guru kita meyakini bahwa Nuzulul Qur’an turun pada malam 17 Ramadhan,”ujarnya.
Buya Arrazy : Berwitirlah, Dalam Keadaan Selelah Apapun
Namun demikian dari hadits ibnu Ahmad dikatakan diturunkan al-Quran pada malam ke 25 hari ke-24 artinya juga pada malam ganjil Ramadhan.
Sedangkan di dalam al-Quran sendiri tidak disebutkan kapan waktu pastinya, di Al-Quran hanya kata kunci, yakni di Surat Dukhan, pada malam yang penuh diberkahi.
Begitu pun di surat lain ditemukan pada Surah al-qadr, disebutkan inna anzalnahu fi lailatul qadar. (sungguh kami menurunkan Alquran pada malam lailatul Qadar).
Buya Arrazy : Begini Sesungguhnya Hakikat Puasa Ramadhan
Nabi Muhammad SAW sendiri, awalnya mencari lailatul Qadar di 20 malam Ramadhan dengan i’tikaf. Tapi Beliau, tidak menemukan,”Hingga akhirnya Nabi Muhammad SAW menemukan lailatul qadar pada 10 hari terakhir Ramadhan,”ujar Buya Arrazy Hasyim.
“Maka barangkali, lailatul qadar yang dimaksud dalam al-Quran berbeda dengan yang dimaksud dalam sejumlah hadits, yang redaksinya carilah lailatul qodar di 10 hari terakhir pada malam-malam ganjil,” tutur Buya Arrazy Hasyim.
Buya Arrazy : Takdir itu, Semuanya Baik Syukuri dan Bersabar
Namun, jika berdasarkan kesepakatan para ulama, maka al-Qur’an turun pada tanggal di atas tanggal 20 Ramadhan. “Apakah tanggal 21, 23, 25, 27, 29,” tutur Buya Arrazy Hasyim.